AYOJAKARTA.COM - Jelang Lebaran 2026 dan fenomena pendatang ke Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta terbuka terhadap pendatang baru.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan pihaknya tidak akan melakukan operasi penyaringan khusus bagi pendatang baru.
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun, sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk melakukan operasi yustisi ataupun screening itu," ujar Pramono dikutip ayojakarta.com pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga: PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025
Pramono pun menyebutkan bahwa Jakarta membuka peluang bagi pendatang untuk bekerja mengingat kondisi global saat ini yang masih penuh tantangan.
Fenomena pendatang baru ke DKI Jakarta sendiri hampir selalu terjadi setelah perayaan Idul Fitri. Banyak warga dari berbagai daerah datang ke Ibu Kota dengan harapan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendatang baru ke Jakarta setelah Lebaran bisa mencapai puluhan ribu orang. Mereka umumnya datang dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga beberapa daerah di luar Pulau Jawa.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta biasanya tetap melakukan pendataan terhadap pendatang baru melalui aparat kelurahan dan RT/RW setempat.
Pendataan ini bertujuan untuk memastikan administrasi kependudukan tetap tertib serta memantau mobilitas penduduk di wilayah Jakarta.***