AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melihat proses pembuatan Dodol Betawi Nyak Mai di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
Kunjungan Pramono ini adalah upaya pemerintah dalam memberdayakan UMKM berbasis kearifan lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Pramono bahkan ikut mengaduk dodol dan ditemani oleh Ketua Dewan Adat Majelis kaum Betawi, Fauzi Bowo.
Dodol Betawi sendiri adalah salah satu kuliner tradisional yang kerap hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan masyarakat Betawi.
Baca Juga: Waspada! Penularan Lebih Cepat dari Covid-19, Menkes Budi Ingatkan Bahaya Penyakit Campak
Rencananya, Pramono akan menjadikan dodol Betawi ini sebagai hidangan dalam acara-acara di Balai Kota Jakarta.
Ia juga meminta agar packaging dibuat lebih menarik.
Menurut Pramono, dodol Betawi memiliki filosofi tersendiri yakni menonjolkan sifat gotong royong.
"Barusan saya diundang dan sekaligus mengaduk dodol dan rupanya tidak ringan," ujar Pramono.
Proses pembuatan dodol ini membutuhkan waktu 8-10 jam.
Pramono juga mengaku bahwa dirinya sudah pernah mencoba dodol Betawi Nyak Mai ini.
Menurutnya, rasa dodol Betawi ini sangat nikmat dan memiliki tekstur kenyal.
"Harapannya adalah dilakukan modernisasi tapi tidak menghilangkan tradisional yang ada di tempat ini," katanya.
Lebih lanjut, Pramono menyanggupi untuk memberikan fasilitas modernisasi alat pengolahan dodol Betawi tersebut.
Warisan kuliner tradisional Betawi ini, diharapkan bisa terus terjaga kualitasnya dan semakin menarik kemasannya.
"Kita lakukan packaging yang lebih menarik sehingga bisa siapapun orang yang berkunjung di Jakarta kemudian mereka mencoba dodol Nyak Mai ini," paparnya lagi.***
Share this article
Dalam kunjungan tersebut, Pramono bahkan ikut mengaduk dodol dan ditemani oleh Ketua Dewan Adat Majelis kaum Betawi, Fauzi Bowo.