AYOJAKARTA.COM-- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD sepanjang tahun 2025. Sementara volume transmisi gas bumi naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa PGN menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga: Perang Timur Tengah Bikin Stok BBM Indonesia Menipis, Waktunya Bobibos Tunjukkan Taji!
Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.
Sedangkan di segmen transportasi minyak, Subholding Gas Pertamina itu mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.
Sepanjang tahun 2025, PGN terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84%.
Baca Juga: Besok di Bundaran HI! Ada Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi, Pramono Anung dan Rano Karno akan Hadir
Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari (naik 8%). Sedangkan pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD.
Pada segmen LNG Trading Internasional, PGN berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025.
Dalam laporan keuangan 2025, Perseroan mengalami penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang dipengaruhi perubahan asumsi cadangan.
Baca Juga: Dukung Ekonomi Inklusif, SMF Hadirkan Produk Karya Kreasi Tuli Indonesia di DhawaFest 2026
"Langkah tersebut dilakukan sesuai standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi," ungkapnya.
Pada tahun 2025, beban umum dan administrasi menurun US$ 33,3 juta atau sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) juga meningkat menjadi sebesar US$ 76,4 juta.
Didukung penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGN membukukan pendapatan mencapai US$ 3,9 miliar pada tahun 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Benarkah Kecepatan XL Ultra 5G+ Tembus 500 Mbps? Intip Hasil Tes Nyata yang Mengejutkan
Pencapaian laba operasi tercatat US$ 519,6 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$ 215,4 juta yang dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.
Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar US$ 971,2 juta dengan arus kas operasional positif sebesar US$ 657,1 juta, mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.
Fajriyah menambahkan bahwa kinerja PGN didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya.
Baca Juga: Kritik Keras Connie Bakrie, Benarkah Indonesia Kini Terjebak Strategi 'Board of War' Global?
“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.
Share this article
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatatkan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD sepanjang tahun 2025. Sementara volume transmisi gas bumi naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD