Metropolitan

Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran, Kenaikan Harga Masih Tergolong Wajar, Ini Rinciannya

Oleh: Desi Kris Jumat 13 Mar 2026, 17:46 WIB
Ketersediaan Pangan di Jakarta Jelang Lebaran (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan pasokan bahan pangan bagi masyarakat ibu kota tetap aman.

Terutama menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pekan depan.

Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, Dinas KPKP menilai fluktuasi tersebut masih dalam batas yang wajar dan tidak mengganggu stabilitas pasar.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, berdasarkan pemantauan ketersediaan dan proyeksi kebutuhan pangan selama Maret 2026, stok berbagai komoditas pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga periode Lebaran.

Baca Juga: Pemkab OKU Biayai Kuliah Kedokteran Anak Berprestasi Lewat Program Gapai Mimpi

"Stok pangan cukup," ujar Hadudungan.

Menurutnya, ada lima komoditas kebutuhan yang mengalami peningkatan tertinggi berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan jelang Lebaran.

Lima komoditas yang dimaksud seperti telur ayam yang naik 17,20 persen dari kebutuhan normal 9.010 ton menjadi 10.560 ton dengan prognosa ketersediaan 11.616 ton.

Lalu ada daging ayam meningkat 10,77 persen dari kebutuhan normal 10.904 ton jadi 12.078 ton dengan prognosa ketersediaan 26.965 ton.

Kemudian harga bawang merah naik 10,67 persen dari kebutuhan normal 2.777 ton menjadi 3.073 ton dengan prognosa ketersediaan 7.295 ton.

Baca Juga: Rekomendasi HP di Bawah Rp2 Juta Rupiah yang Worth It Dibeli untuk Lebaran 2026

Minyak goreng ternyata juga mengalami kenaikan kebutuhan sebesar 9,67 persen dari kebutuhan normal 17.591 ton menjadi 19.292 ton dengan prognosa ketersediaan 37.777 ton.

Sementara itu, harga cabai rawit meningkat 9,18 persen dari kebutuhan normal 2.215 ton jadi 2.419 ton dengan prognosa ketersediaan 3.525 ton.

Tak cuma itu, ternyata ada pula kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan di tingkat eceran.

Ada lima komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu, cabai rawit merah yang naik 3,83 persen atau sebesar Rp3.962 per kilogram menjadi Rp107.391 per kilogram.

Baca Juga: Rekomendasi Ponsel Terbaik Buat Lebaran 2026, David GadgetIn: HP Tahun Lalu Justru Lebih Worth It

Harga ayam potong yang naik 1,24 persen atau sebesar Rp546 per kilogram menjadi Rp44.680 per kilogram.

Beras IR 42 naik 1,03 persen atau sebesar Rp161 per kilogram menjadi Rp15.844 per kilogram.

Beras IR I naik 1,02 persen atau sebesar Rp155 per kilogram jadi Rp15.379 per kilogram, serta beras IR II naik 0,88 persen atau sebesar Rp128 per kilogram menjadi Rp14.675 per kilogram.

Terkait kenaikan harga tersebut, Hasudungan menilai masih tergolong wajar menjelang periode Idulfitri.

Ia menjelaskan ada dua faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tersebut, adalah:

Baca Juga: Perlancar Transportasi Laut di Wilayah Kepulauan, Pramono Anung Resmikan Dermaga di Pulau Pari

1. Adanya kenaikan permintaan menjelang momen perayaan Idulfitri

2. Faktor cuaca dengan curah hujan tinggi di daerah produsen yang menyebabkan menurunnya kualitas dan berkurangnya hasil produksi.

Terkait hal ini, menurut Hasudungan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Mulai dari monitoring ketersediaan pangan yang dilakukan oleh OPD Pemprov DKI Jakarta dan juga sinergi Pemprov DKI Jakarta dengan Satgas Pangan Kepolisian.

Pemerintah juga melakukan penyediaan dan pendistribusian pangan subsidi kepada masyarakat tertentu.

Program pangan keliling oleh BUMD Provinsi DKI Jakarta seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris