AYOJAKARTA.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Amran mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional, terutama setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Meski demikian, Amran menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan pangan nasional karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Baca Juga: Siap-siap! Warga Bogor Segera Nikmati Listrik dari Sampah Sendiri lewat Proyek PSEL Bogor Raya
Pemerintah diketahui telah menghitung cadangan pangan nasional dan memastikan cadangan padangan Indonesia bisa bertahan hingga 324 hari.
"Alhamdulillah setelah kami menghitung kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan kita sampai hari ini tersedia 324 hari," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip ayojakarta.com pada Jumat, 6 Maret 2026.
Lebih lanjut, Amran menyebutkan bahwa angka 324 hari bukan berarti produksi berhenti, namun akan terus berjalan.
Menurut Amran, stik aman sampai 10 bulan hampir 11 bulan, 10,7 bulan atau 324 hari bertahan.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang berada di antara Iran dan Oman, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak global atau lebih dari 20 juta barel minyak per hari dikirim melalui Selat Hormuz. Karena perannya yang sangat vital, kawasan ini kerap disebut sebagai salah satu titik paling krusial dalam jalur distribusi energi global.
Jika jalur tersebut terganggu atau ditutup, dampaknya dapat memicu lonjakan harga minyak dunia, gangguan rantai pasok energi, hingga memberikan tekanan terhadap perekonomian global.
Share this article
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.