AYOJAKARTA.COM - Di bawah Singapura yang memiliki peringkat pertama, DKI Jakarta berhasil menempati peringkat kedua dalam daftar kota teraman di Asia Tenggara 2026.
Kota DKI Jakarta mendapatkan peringkat kedua, berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, Singapura diketahui menempati posisi teratas daftar kota teraman di Asia Tenggara 2026 dengan indeks keamanan 0,90. Sedangkan Jakarta berada di posisi kedua dengan skor 0,72.
Setelah Jakarta, posisi berturut-turut ditempati oleh Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phonm Penh, dan Manila.

Menanggapi laporan peringkat tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam keterangan resminya cukup terkejut sekaligus bangga.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa hasil yang didapat ini tak hanya usaha dari Pemprov DKI Jakarta namun terdapat kesadaran dari warga untuk menjaga kota.
"Jakarta yang selama ini dari 13 kota di ASEAN, ibu kota-ibu kota ASEAN, selalu biasanya nomor enam, nomor tujuh. Jakarta sekarang nomor dua, nomor satu Singapura," kata Pramono.
Pramono pun menyinggung berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta seperti membuka lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk berbagai kegiatan masyarakat serta penyelenggaraan hari besar keagamaan mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri menjadi salah satu faktor.
Penyelenggaraan berbagai acara keagamaan ini menunjukan kuatnya toleransi dan keberagaman di ruang publik, sekaligus sebagai simbol kekuatan Jakarta.

"Bahkan salah satu menteri yang kebetulan teman saya di Singapura menyampaikan kepada saya, 'Kok bisa Jakarta menyambut Imlek ngalahin Singapura?'," kata dia.
Karena itu, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat momentum ini dan menjaga kondusivitas dan toleransi di Jakarta.***