AYOJAKARTA.COM - Viral laporan warga di aplikasi JAKI ditindaklanjuti gunakan Artificial Intelligence (AI), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung minta inspektorat jatuhi sanksi bagi oknum yang melakukan tindak tersebut.
"Saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, Lurah di Kalisari maupun Kasudin-nya. Siapapun yang salah harus diberikan hukuman," ujar Pramono, di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Lebih lanjut, Pramono secara tegas menyebutkan bahwa peristiwa ini tidak boleh terjadi kembali.

Pramono menyebutkan transparansi dan kejujuran dalam pelayanan publik adalah hal utama, sehingga pelaporan petugas di lapangan harus sesuai.
"Bagi Pemerintah Jakarta transparansi itu menjadi hal yang penting. Lebih baik misalnya, belum selesai ya belum selesai saja daripada kemudian dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi," jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan sebagai validator akhir terhadap seluruh tindak lanjut pengaduan yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” katanya.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat lebih dari 62.571 pengaduan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi JAKI dan sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM) terintegrasi.***
Share this article
Viral laporan warga di aplikasi JAKI ditindaklanjuti gunakan Artificial Intelligence (AI), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung minta inspektorat jatuhi sanksi bagi oknum yang melakukan tindak tersebut