AYOJAKARTA.COM – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) selama sebulan ini menjadi pusat perhatian publik yang ingin mengetahui bagaimana ujung dari kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Di sanalah sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua atau Brigadir J digelar dengan terdakwa pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Supir pribadi Putri dan asisten rumah tangga (ART) di rumah Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Richard Eliezer alias Bharada E juga duduk di kursi terdakwa.
Khusus Bharada E, dia tercatat sebagai justice collaborator dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua.
PN Jaksel menggelar sidang perdana perdana pembunuhan berencana terhadap Yosua pada 17 Oktober 2022. Sidang yang beberapa momennya disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional menjadi perhatian publik terutama netizen.
Baca Juga: Daftar 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut: Masih akan Bertambah?
Kasus pembunuhan Brigadir J memunculkan aneka spekulasi tentang siapa dalang dari pembunuhan terhadap Yosua itu. Belum lagi, di era media sosial ini tidak sedikit hoaks yang beredar secara masif.
Berikut ini informasi sesat dan beberapa benda yang menjadi perhatian publik baik itu di media massa maupun di media sosial termasuk sesuatu yang masih bersifat misteri.
Video Arwah Yosua Ikut Sidang
Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J memunculkan kreativitas orang di media sosial. Ada yang membuat meme atau penggalan video lucu-lucuan di TikTok, Instagram, Facobook dan Twitter, misalnya.
Akan tetapi, ada juga orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan informasi menyesatkan seperti penggalan video yang berisikan narasi sebagai berikut: “sangat mengerikan ketika sidang kuat Maruf, arwah almarhum brigadir J datang.”
“detik-detik kedatangan almarhum Yosua, pengacara sempat linglung dan mati lampu.”
Demikian yang keterangan tertulis di dalam penggalan video yang diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 pada 6 November 2022.
Ayojakarta yang menonton sampai selesai video tersebut tidak menyaksikan apapun kecuali tanda panah berwarna pink di rekaman itu dengan keterangan video “mengerikan saat almarhum brigadir J datang di persidangan Kuat Maruf #brigadirj.”
Baca Juga: Muhammadiyah Akan Beli Gereja Tua Dekat Madrid Spanyol Senilai Rp40 Miliar, Mau Bangun Pusat Islam
Hoaks seputar kehadiran arwah Brigadir J seperti diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 bukan kali pertama.
Pernah juga beredar akun Facebook yang memberikan narasi bahwa arwah Brigadir J masih gentayangan dengan mengacu unggahan di kanal YouTube Uya Kuya berisi wawancara dengan Anggota Komisi III DPR, Sahroni.
“5 Menit Brsaksi Arwah Brigadir J Sampaikn Pesan Penting Ini Ungkap Tujuan Ferdi Sambo Habisi Yosua.” Begitu narasi videp yang beredar di Facebook.
Berdasarkan penelurusan Ayojakarta, dalam wawancara di YouTube Uya Kuya itu, tidak ada sekalipun keterangan dari Sahroni bahwa arwah Brigadir J masih gentayangan.
Buku Hitam Kecil Ferdy Sambo
Terdakwa Ferdy Sambo selama berjalannya persidangan selalu membata buku hitam kecil seperti agenda. Dari tampilannya, benda itu seperti buku agenda.
Mantan Kadiv Propam itu beberapa kali mencatat beberapa penjelasan yang dia dengar dalam sidang yang berlangsung di PN Jaksel.
Menurut keterangan tim pengacara Ferdy Sambo, buku hitam kecil itu memang merupakan buku catatan yang digunakan untuk menuliskan informasi yang muncul di sidang karena terdakwa tidak diperbolehkan membawa barang elektronik.
Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu
Pisau Kuat Ma’ruf
Dalam persidangan, sempat diperlihatkan pisau yang sempat dibawa oleh terdakwa Kuat Ma’ruf sebelum terjadinya penembakan terhadap Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo di Pasar Minggu.
Dari pengakuan saksi Prayogi Iktara Wikaton, mantan ajudan Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf sempat menitipkan dua bilah pisau kepada dirinya setelah peristiwa penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga.
“Malam kejadian Yang Mulia, tanggal 8 (Juli 2022). Dititipin pisau sama HT (Handy Talkie), kurang lebih seperti pisau dapur, kecil, Yang Mulia,” ujar Prayogi di PN Jaksel, Rabu 9 November 2022.
“Seingat saya ada dua bilah (pisau). (Dititipkan) saat di gerbang waktu papasan. Om kuat panggil, kemudian menyerahkan ke saya, hanya bilang ‘Tolong om titip ditaruh di dapur’,” tambah Prayogi.
Setelah dititipkan oleh Kuat, Prayogi kemudian meletakkan pisau tersebut ke dapur dan menyebutkan tidak mengetahui lagi keberadaan Kuat setelah itu.
“(Pisau) langsung saya taruh dapur. Saya kurang tau (keberadaan Kuat) Yang Mulia. Waktu itu seperti sama saudara Richard, om Ricky sama om Kuat kayak mau waktu diperiksa malam itu,” tandasnya.
Kuat Ma’ruf dalam eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan pengaacaranya pada sidang 20 Oktober 2022 lalu mengungkapkan bahwa pisau tersebut dibawa dari Magelang seusai terjadi keributan terdakwa dengan mendiang Y di rumah Ferdy Sambo di Magelang.
Baca Juga: Nasihat Ustad Adi Hidayat untuk Pasangan yang Ingin Punya Keturunan dan Anak Soleh
CCTV Di Rumah Ferdy Sambo
Satu benda yang sebenarnya dianggap paling berguna untuk membuka secara gamblang peristiwa penembakan terhadap Brigadir J adalah CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo.
Sayang, CCTV tersebut disebut-sebut rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk mengungkap kasus penembakan terhadap Yosua.
HP Yosua
Selain CCTV, salah satu benda yang sebenarnya amat berguna untuk membuka tabir kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J adalah telepon genggam milik Yosua. Dalam sidang diketahui bahwa Brigadir J memiliki lebih dari HP.
Ada yang menarik terkait dengan HP Yosua seperti yang disampaikan oleh pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
Pada Selasa pagi, 8 November 2022, menurut keterangan Martin mengutip cerita keluarga Yosua, nomo HP milik mendiang Brigadir J tiba-tiba keluar dari grup WhatsApp keluarga.
Di HP Yuni, kakak dari Yosua, Brigadir J ditulis disimpan dengan nama kontak Dx Yosua. Nomor WA itu pada pukul 07.19 diketahui keluar dari grup WhatsApp keluarga.
“Saya ada kirim satu lagi, mereka (anggota grup WA keluarga) bertanya-tanya di dalam grup, ada tulisan ‘Bang Frian keluar’,” ungkap Martin Simanjuntak dalam wawancaranya dengan Kompas TV, Selasa 8 November 2022.
Baca Juga: Ini Berkah Baca Al Fatihah Kata Gus Baha, Surat yang Dulu Bikin Iblis Masuk ICU
Bang Frian, menurut Martin SImanjuntak, merupakan nama kontak yang disimpan oleh adik dari Brigadir J atau Yoshu. Frian, katanya, adalah nama panggilan Brigadir J di keluarga.
Martin Simanjuntak merasa bingung kenapa bisa nomor WA Brigadir J itu bisa keluar dari grup keluarga. “Saya curiganya keluarnya(nomor HP Brigadir J) ini bukan karena kebetulan.”
Sementara itu, mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer yang hadir sebagai saksi dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J memberikan kesaksian tentang keberadaan HP milik Yosua.
Dalam sidang pada Selasa 8 November di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, Romer menjadi saksi dengan terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
Romer menuturkan bahwa saat itu dirinya diperintahkan oleh Chuck Putranto, yang juga menjadi terdakwa perkara perintangan penyidikan, untuk membawa barang-barang milik mendiang Brigadir J ke Biro Provos.***