AYOJAKARTA.COM – Yuk kita simak nasihat dari Ustad Adi Hidayat tentang bagaimana petunjuk dari Al Quran untuk mendapatkan keturunan atau anak.
Pasangan yang memutuskan untuk membentuk keluarga, salah satu harapannya tentu memiliki anak atau keturunan. Tentu, dengan keinginan, keturunan mereka menjadi anak soleh yang dapat meneruskan segala yang baik dari pasangan itu.
Menurut Ustad Adi Hidayat, setiap pasangan ingin anak keturunan itu dapat membawa bekal terbaik untuk menghadap Allah SWT dan menghimpun kehidupan yang kekal abadi dengan rahmat Allah di surga.
Ustad Adi Hidayat kemudian mengutip beberapa ayat dalam Al Quran yang yang bercerita tentang amalan dari para Nabi dan Rasul yang kalau didawamkan atau dirutinkan, Allah akan berkenan menganugerahkan keturunan.
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Dahsyatnya Dzikir Nabi Yunus Biar Doa Cepat Terkabul
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Pertama ada di surat Nuh ayat ke 10 sampai dengan ke-12 yang bercerita tentang Nabi Nuh.
Di ayat ini, menurut Ustad Adi Hidayat, ada satu hal yang sangat menarik ketika Nabi Nuh as meminta kepada umatnya untuk beriman kepada Allah SWT untuk memperbaiki diri.
“Lalu beliau berkata, ‘Aku katakan kepada umatku ya Allah…beristigfarlah kepada Allah SW’… evaluasi diri kalian.”
Bagi orang yang belum beriman, menurut Ustad Adi Hidayat mengutip ahli tafsir, istighfar di sini berarti perintah untuk beriman kepada Allah, Tuhan yang memberikan kehidupan, perawatan, kecukupan kebutuhan.
Untuk orang terlah beriman, ujar Ustad Adi Hidayat, kalimat istifghar merupakan imbauan sekaligus arahan untuk mengoreksi diri, mengevaluasi, dan membangun kedekatan yang lebih dengan Allah SWT. Harapannya kita bisa mendapatkan cinta Allah SWT.
Menurut Ustad Adi Hidayat, cinta itulah yang menjadikan segala pemberian Allah mudah dianugerahkan kepada hamba-Nya.
Rumus ini, kata Ustad Adi Hidayat, bisa didapatkan di Surat Ali Imran ayat 31
“Katakan (hai Muhammad SAW), jika kalian hamba-hamba Allah serius mencintai Allah SWT maka buktikan cinta itu dengan mengikuti aku yaitu Nabi Muhammad SAW. Ikuti jalan-jalan Nabi, ikuti petunjuk Rasulullah baik dalam rangka beribadah kepada Allah ataupun tata kelola kehidupan dalam konteks muamalah yang semua itupun dalam pengabdian kepada Allah SWT. Maka Anda akan berpeluang mendapatkan cinta Allah SWT.”
Baca Juga: Ini Berkah Baca Al Fatihah Kata Gus Baha, Surat yang Dulu Bikin Iblis Masuk ICU
Jika Allah sudah mencintai seorang hamba maka pemberian pertama di rumus ayat ini adalah menganugerahkan mengampuni dosa-dosa.
Dari ayat tersebut, menurut Ustad Adi Hidayat, cinta itu sama dengan ampunan Allah. Selanjutnya, kalau Allah sudah cinta kepada seorang hamba, maka yang diberikan pertama kali, mengampuni dosanya.
“Pengertian atau pemahaman terbaliknya dari situ, jika ingin mendapati cinta Allah, maka perbanyak mohon ampun kepada Allah SWT. Mohon ampun itulah yang disebut istighfar,” ungkap Ustad Adi Hidayat dalam ceramah di kanal YouTube Adi Hidayat Official bertajuk Petunjuk Al Quran untuk mendapat keturunan.
Selanjutnya, Ustad Adi Hidayat menjelaskan bahwa orang-orang yang rajin beristigfar mudah mendapatkan nikmat, mudah mendapatkan rezeki Allah SWT, dimudahkan dalam urusan dalam konteks beraktivitas bekerja sepanjang istighfar itu dilakukan dengan penuh keimanan.
“Dan Allah akan berkenan menganugerahkan kepada Anda dengan limpahan harta dan keturunan. Jadi ada korelasi antara istighfar dengan keturunan, ada korelasi antara istighfar dengan harta benda, ada korelasi antara istighfar dengan kemudahan beraktivitas dalam meraih nikmat yang kita dambakan.”
Kalau dirutinkan, dilakukan dengan benar bukan sekadar lisan, dengan penuh keyakinan maka kita akan melihat bagaimana hal itu akan terjadi. “Janji Allah akan dipenuhi.”
Ustad Adi Hidayat kemudian melanjutkan kisah Nabi Zakaria yang terus bermohon kepada Allah SWT seperti tercantum dalam Al Quran surat ke-21 Al Anbiya ayat 89-90.
“Dan ingatlah kisah Nabi Zakaria. Nabi Zakaria itu sudah sepuh, punya istri namanya dalam bahasa Latin dikenal dengan Elizabeth. Elizabeth ini saudarinya Hannah. Hannah ini istri (dari) Imran. Imran dan Hannah punya anak namanya Maryam. Maryam punya anak namanya Isa as.”
Baca Juga: Waktu Puncak Gerhana Bulan Total di Pulau Jawa dan Tata Cara Shalat Khusuful Qamar
Nabi Zakaria menikah dengan Elizabeth belum punya keturunan. Menurut nasihat Ustadz Adi Hidayat, istri Nabi Zakaria divonis, mohon maaf, sudah menopouse dan mandul.
Namun, dengan segala keteguhan hati dan kekuatan jiwa, beliau bermohon kepada Alla SWT. Dan doanya ini (Nabi Zakaria) diabadikan di Quran. Menurut nasihat Ustadz Adi Hidayat , kita diminta oleh Allah untuk bisa mengamati, mempelajari, bahkan menirunya, meneladaninya.
“Ingatlah kisah Nabi Zakaria as yang berdoa ‘Ya Allah jangan biarkan aku sendiri. Jangan biarkan aku tidak memiliki keturunan sedangkan Engaku yang terbaik dalam menganugerahkan keturunan.”
Kemudian, silakan simak apa yang terjadi kata Ustad Adi Hidayat.
Allah menjawab “Kami lekas jawab doanya. Dan Kami anugerahkan kepadanya seorang anak lelaki namanya Yahya. Dan Kami memperbaiki kondisi istrinya yang divonis secara medis tidak mungkin punya keturunan, kata Allah tidak ada yang mustahil bagi Allah.”
Kalau ingin melihat doa Nabi Zakaria lebih rinci, silakan lihat surat ke-19 Maryam dari ayat ke-2 sampai dengan ke-9.
“Anda akan temukan runtutan doanya yang sangat menyentuh dan boleh saja kita amalkan untuk bermohon kepada Allah SWT.”
Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu
Baca Juga: KJP Bulan November 2022 Kapan Cair: Cek Penerima di kjp.jakarta.go.id dan Saldo via JakOne
Ustad Adi Hidayat melanjutkan pelajaran tentang apa yang harus dilakukan setelah berdoa.
“Ada yang menarik, sertai doa itu dengan amalan-amalan pendukung,” ujar Ustadz Adi di kanal YouTube Adi Hidayat Official dengan judul Petunjuk Al Quran untuk mendapat keturunan yang diunggah pada 10 Oktober 2021.
Kemudian Ustad Adi Hidayat menjelaskan tentang amalannya pendukung tersebut.
“Sungguh mereka itu orang-orang yang senantiasa bergegas mengerjakan kebaikan, pioner kebaikan. Apa saja (tentang kebaikan mereka mengerjakan) paling duluan…. Bergegas mengerjakan sebuah kebaikan.”
“Dan tidak putus bermohon kepada Kami dengan penuh harap. Dan merasakan khawatir kalau sekiranya doa itu tidak terjawab. Jadi boleh saja kita punya kekhawatiran sepanjang yang diminta itu baik. Jadi berdoa dengan penuh harap disertai dengan kebaikan-kebaikan. Dan khusyu, sangat merasakan kedekatan dengan Allah. Membangun ketawakalan dan kekuatan, kepercayaan yang tinggi.”
“Istighfar, isi dengan doa seperti Nabi Zakaria, dan sertai (dengan) amalan pendukung. Di antara amalan pendukung yang paling kuat, shalat. Itu yang terbaik. Itu ditemukan di surat ketiga Ali Imran ayat 38 sampai 39.”
Baca Juga: PKH Tahap 4 Segera Cair, Cek Penerima PKH November 2022 di cekbansos.kemensos.go.id
Demikian nasihat Ustad Adi Hidayat mengenai pentunjuk Al Quran untuk mendapatkan keturunan atau anak yang mengacu pada amalan para Nabi dan Rasul.

Share this article
Ustad Adi Hidayat memberikan nasihat bagi pasangan yang ingin keturunannya menjadi anak soleh dengan mengambil kisah Nabi di Al Quran.