Nasional

Kisah Pilu Marsinah, Aktivis Buruh Asal Jawa Timur yang Baru Saja Resmi Jadi Pahlawan Nasional

Oleh: Katarina Erlita Senin 10 Nov 2025, 14:37 WIB
Marsinah, Aktivis Buruh Asal Jawa Timur yang Baru Saja Resmi Jadi Pahlawan Nasional (Sumber: AYOJAKARTA.COM | Foto: Katarina Erlita)

AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa dalam upacara Hari Pahlawan di Istana Negara, Senin (10/11/2025).

Salah satu sosok yang mendapat perhatian publik adalah Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, yang perjuangannya pernah mengguncang Indonesia pada era 1990-an.

Marsinah dikenal sebagai simbol keberanian kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Ia lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Nganjuk. Hidup sederhana, Marsinah bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus Kartu Layanan Gratis Transjakarta yang Rusak atau Hilang? Simak di Sini

Di sela kerja, ia juga berjualan nasi bungkus demi menambah penghasilan. Namun, di balik kesederhanaannya, Marsinah menyimpan semangat besar untuk menuntut keadilan bagi sesama buruh.

Tragedi bermula pada Mei 1993, saat para buruh PT CPS melakukan aksi mogok menuntut kenaikan upah dan penghapusan tekanan dari serikat pekerja bentukan perusahaan.

Setelah tuntutan mereka sebagian dikabulkan, aparat militer memanggil sejumlah buruh untuk diinterogasi. Mendengar hal itu, Marsinah menulis surat pembelaan dan berencana menyampaikan protes ke manajemen pabrik. Malam itu, ia menghilang.

Tiga hari kemudian, jasad Marsinah ditemukan di sebuah gubuk di Nganjuk, penuh luka dan tanda kekerasan. Kasus ini menjadi sorotan nasional dan internasional sebagai pelanggaran HAM serius terhadap buruh perempuan Indonesia.

Baca Juga: Bapenda Jakarta Beri Bonus Akhir Tahun Berupa Pembebasan Sanksi PKB dan BBNKB, Intip Ketentuannya

Meski sempat ada vonis terhadap sejumlah pihak, Mahkamah Agung kemudian membebaskan mereka. Hingga kini, pelaku pembunuhan Marsinah tidak pernah terungkap.

Penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada Marsinah menjadi pengakuan atas perjuangan dan pengorbanannya dalam memperjuangkan hak pekerja. Ia tidak hanya menjadi simbol perlawanan, tetapi juga teladan keberanian bagi generasi muda.

Dengan gelar Pahlawan Nasional 2025, nama Marsinah kini sejajar dengan tokoh-tokoh besar lain seperti Abdurrahman Wahid, Soeharto, dan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah. Semangatnya mengingatkan bangsa bahwa perjuangan untuk keadilan sosial dan kesejahteraan buruh masih harus diteruskan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita