AYOJAKARTA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dapat mulai beroperasi pada 2027.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan langkah awal proyek ini akan segera dimulai tahun 2026 ini.
Dalam peta jalan Kementerian ESDM, proyek PLTSa ini ditargetkan memiliki kapasitas terpasang yang signifikan sebagai bagian dari bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).
Untuk mengejar target tersebut, proses groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan dilakukan pada tahun ini.
"Dari groundbreaking biasanya penyesuaian sekitar 1,5 tahun-2 tahun apabila lahannya sudah tersedia," ujar Yuliot.
Ia pun berharap agar proyek ini bisa beroperasi sekitar tahun 2027.
Perlu diketahui, langkah pembangunan PLTSa ini jadi bagian upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih sekaligus mengatasi persoalan pengelolaan sampah perkotaan yang kian kompleks.
PLTSa diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga: Ada Sesar Aktif Apa di Pacitan yang Menyebabkan Gempa Tektonik Magnitudo 6,4
Rencananya, pemerintah akan membangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini.
Proyek ini dirancang dengan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.
Bahkan, percepatan pembangunan PLTSa ini diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Ini saya minta groundbreaking berapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan 2 tahun lagi segera berfungsi," kata Prabowo.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI, Sukses Lipat Gandakan Pembiayaan Rumah Subsidi di Tahun 2025
Di sisi lain, saat ini pemerintah telah membuka proses lelang proyek PLTSa tersebut.
Dengan tahapan lelang ini, Yuliot optimistis sejumlah proyek bisa segera memulai pembangunan pada pertengahan tahun 2026.***