AYOJAKARTA.COM – Menteri Keuangan, Sri Mulyani baru saja melakukan pertemuan dengan para influencer hingga para pekerja seni, Jumat, 17 Maret 2023.
Usai mencuatkan kasus Rafael Alun Trisambodo, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini tengah jadi sorotan tajam.
Apalagi usai Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan soal adanya dugaan transaksi mencurigakan yang nilainya sungguh fantastis.
Mahfud MD menyebut dugaan adanya transaksi mencurigakan dalam Kementerian Keuangan tersebut nilainya mencapai Rp300 triliun.
Belum lagi persoalan pejabat terkait Kementerian Keuangan yang juga lagi-lagi mencuat ke publik di tengah masih panasnya kasus Rafael Alun Trisambodo.
Seperti misalnya kasus flexing pejabat bea cukai kanwil Yogyakarta Eko Darmanto dan kanwil Makassar Andi Pramono.
Tentunya hal tersebut makin menambah sorotan tajam publik terhadap Kementerian Keuangan.
Sri Mulyani sendiri telah menyampaikan dengan tegas kesiapannya untuk "bersih-bersih" di lembaganya tersebut.
Terbaru, Sri Mulyani baru saja menggandeng sejumlah influencer Indonesia serta penggiat seni dan juga olahraga.
Mengutip Suara Denpasar, deretan tamu yang diundang antara lain Bintang Emon, Dokter Tirta, Babe Cabita Hingga penulis terkenal, Dee Lestari.
Yustinus Prastowo selaku Juru Bicara Kementerian Keuangan menyampaikan isi pertemuan Sri Mulyani dengan sejumlah pihak tersebut.
Yustinus Prastowo mengatakan jika pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mendapat pandangan, aspirasi, serta kritik dari publik.
Baca Juga: Belum Selesai! Aliran Dana Mencurigakan Kemenkeu Rp300 T Dikupas Oleh Novel Baswedan
“Pertemuan dimaksudkan untuk mendapatkan masukan, pandangan, aspirasi, dan kritik dari publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Jubir Kemenkeu tersebut juga menjelaskan jika pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan dengan sejumlah pihak anti korupsi sebelumnya.
“Ini satu rangkaian dengan pertemuan dengan para tokoh anti korupsi sebelumnya,” jelas Yustinus.
Yustinus juga mengakui pertemuan tersebut menghasilkan banyak masukan khususnya soal perbaikan pungutan pajak dan beberapa hal berikut.
“Semalam banyak masukan diberikan terutama perbaikan pemungutan pajak, pentingnya sosialisasi yang baik, pelibatan masyarakat dalam edukasi dan perlunya perubahan cara berkomunikasi dengan publik,” ujar Yustinus.
“Termasuk penanganan kasus RAT dan lain-lain yang diharapkan transparan,” lanjut Jubir Kemenkeu Yustinus Prastowo.***