AYOJAKARTA.COM - Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe resmi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 10 januari 2023 dan langsung dibawa ke Jakarta.
Namun, sempat terlebih dahulu Lukas Enembe mendapatkan perawatan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat di Jakarta.
Sehingga, kuasa hukum Lukas Enembe meminta agar KPK mengizinkan istri Enembe agar menemani setiap saat.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan keamanan, Mahfud MD menerangkan strategi aparat keamanan dalam proses penangkapan Lukas Enembe yaitu dengan menghitung jumlah makanan yang dipesan untuk para pendukung Lukas Enembe.
Baca Juga: Hasil Korupsi Lukas Enembe Diduga Mengalir ke Kelompok Terlarang, Benarkah untuk Biayai Separatis?
Diketahui memiliki jumlah pendukung sangat banyak, mereka berjaga di depan rumah LUkas Enembe, yang mana dalam setiap harinya jumlah para pendukungnya itu berangsur menurun.
"Di Papua aman tuh, dulu kan ditakutkan katanya kalau ditangkap (Lukas Enembe) , seluruh rakyat Papua turun, ya hari pertama ada ya 2000 orang, 1000 orang, terus turun sampai terakhir jadi 60 orang," jelas Mahfud MD, dikutip dari siaran Kompas TV pada Sabtu, 21 Januari 2023.
Hal ini diketahui dari pesanan nasi bungkus yang diberikan kepada para pendukung Lukas Enembe, dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tim KPK untuk melakukan penangkapan terhadap Gubernur Papua nonaktif tersebut.
"Kita juga punya catatan dari catering untuk makanan yang suka duduk-duduk di depan rumah itu sehari turun, sehari turun kita menghitung tiap hari ada catatannya sehingga nangkapnya lebih gampang," jelas Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Ditangkap Karena Korupsi, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Lukas Enembe ke Kelompok Separatis
Sebelumnya banyak yang membela dan menghalangi penangkapan Lukas Enembe ini dikarenakan mereka belum mengetahui kasus yang menjerat pemimpinya tersebut.
"Ketika Lukas ditetapkan sebagai tersangka waktu itu orang belum ngerti ada kasus orang ramaikan yang bela," ujar Mahfud MD melalui Konferensi Pers di kantornya, Rabu, 11 Januari 2023, dikutip dari Suara.com.
Diduga, Lukas Enembe ini ditangkap penyidik KPK saat berada di sebuah restauran di Abepura Jayapura sekitar pukul 11.00 WIT, kemudian digiring ke Mako Brimob Kota Raja kemudian dibawa ke Bandara Sentani untuk diterbangkan ke Jakarta.
"Bahwa ternyata tersangka LE (Lukas Enembe) ini muncul di ruang publik, untuk meresmikan beberapa proyek di pemerintahan Provinsi Papua, kami sayangkan ini informasi dan data yang disampaikan Penasehat Hukum, " ungkap Ali Fikri, Juru Bicara KPK.
"Kami ikuti betul, bagaimana kemudian pemberitaan ini muncul dan termasuk faktual yang ada terhadap keberadaan dari tersangka LE (Lukas Enembe)," sambungnya.
Baca Juga: KPK Ogah Rujuk Lukas Enembe Berobat Ke Luar Negeri Gara-gara Hipertensi, Terungkap Ini Alasannya!
Pasca penangkapan tersangka Lukas Enembe, para pendukungnya melakukan aksi menyeruduk dan melemparkan batu di depan gerbang Mako Brimob Jayapura.Terdengar bunyi tembakan dan lemparan gas air mata selama kericuhan berlangsung.
Anggota Brimob sempat mengamankan beberapa pendukung Lukas Enembe yang mengamuk.Hal ini mengakibatkan laju lalu-lintas terhambat dan beberapa pertokoan di sekitarnya terpaksa tutup.
Bukan hanya di Mako Brimob Jayapura saja, kericuhan pendukung Lukas Enembe ini pun terjadi di sekitar area bandara Sentani Jayapura, lantaran tersangka diberangkatkan menuju Jakarta setelah penangkapan pada Selasa siang, 10 Januari 2023.
Terkait peristiwa kerusuhan para pendukung Lukas Enembe tersebut, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa, meminta para pendukungnya untuk tetap mengikuti jalannya proses hukum.
"Dalam hal ini, akan membantu Polda untuk mengamankan situasi di Jayapura agar situasi kondusif yang ada di Jayapura ini tetap terwujud, kami berharap bagi semua masyarakat, pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dan merasa terganggu dan terusik dengan ditangkapnya beliau (Lukas Enembe) saya berharap sabar mari kita bersama-sama menunggu proses hukum yang dilakukan," papar Mayjen Muhammad Saleh Mustafa.
Baca Juga: Bagaikan Film, Ini Strategi Cerdas KPK Jemput Paksa Gubernur Papua Lukas Enembe!
Diketahui Otto Cornelis Kaligis kini telah resmi menjadi pengacara Lukas Enembe yang juga didampingi oleh Stefanus Roy Rening.
OC Kaligis meminta kepada Ketua KPK Firli Bahuri agar mengizinkan istri Lukas Enembe dapat menengok suaminya setiap saat.
Lantaran, diketahui kondisi kesehatan Lukas Enembe yang mengidap penyakit gagal ginjal kronis stadium lima.
"Makanya saya mohon, pertama, supaya istrinya bisa bisa setiap saat melihat suaminya, suaminya sudah stadium kelima, jadi kalau ada apa-apa yang bertanggung jawab Ketua KPK," ujar Otto Cornelis Kaligis, selaku pengacara Lukas Enembe.***