AYOJAKARTA.COM--Meskipun kondisi kesehatan Lukas Enembe dinilai menurun, KPK tegaskan tidak akan memfasilitasinya untuk berobat ke luar negeri.
Lukas Enembe tiba di Jakarta pada Selasa (10/1/2023) dalam kondisi kesehatan kurang baik dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
Setelahnya, Lukas Enembe dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk melakukan pemeriksaan, ia terlihat menggunakan kursi roda saat sampai.
Baca Juga: KPK Sebut Korupsi Lukas Enembe Membuat Negara Merugi Hingga RP 1 Triliun, Simak Ulasannya!
Mantan Gubernur Papua ini diduga melakukan korupsi berupa suap dan gratifikasi dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka.
Uang sejumlah Rp76,2 miliar milik Lukas telah dibekukan oleh KPK untuk kebutuhan penyidik dalam menangani perkara.
Penolakan rujukan Lukas Enembe ke luar negeri disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Pihak KPK mengatakan baru bisa memberikan rujukan ke luar negeri apabila RSPAD menyatakan ketidak sanggupan, atau terdapat rekomendasi dari dokter.
Sejauh ini kondisi Lukas Enembe bahkan dinyatakan sehat oleh dokter, jadi Alexander Marwata menilai rujukan ke luar negeri tidaklah diperlukan, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (19/1/2023).
“Tetapi dari hasil pemeriksaan dokter di RSPAD dan ID yang bersangkutan itu dinyatakan sehat,” ujar Alexander Marwata.
Kesehatan Lukas memang sempat mengalami penurunan ketika menjelang pemeriksaan KPK. Namun Alexander Marwata memastikan bahwa kondisinya sudah diatasi oleh pihak medis.
“Kalau ada gangguan kesehatan hipertensi itu kan karena faktor usia, mungkin juga karena kondisi badan yang bersangkutan dan itu sudah bisa diatasi lewat pemeriksaan yang bersangkutan di RSPAD,” kata Alexander Marwata.
Alexander Marwata menegaskan bahwa untuk saat ini KPK tidak memfasilitasi Lukas untuk menjalani perawatan di luar negeri.
“Untuk sementara kami tidak akan memfasilitasi yang bersangkutan untuk berobat ke luar negeri,” ujar Alexander Marwata.
Baca Juga: Aksi Lukas Enembe Pamer Borgol dan Acungkan Jempol Usai Ditahan KPK, Tak Berdaya Duduk di Kursi Roda
Hal tersebut dikarenakan Alexander Marwata meyakini bahwa fasilitas kesehatan di RSPAD sudah cukup untuk memperbaiki kesehatan Lukas Enembe.
Lukas Enembe diduga menerima suap sejumlah Rp1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka. Suap itu diberikan untuk pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua pada kurun waktu 2019- 2021.
Rijatono Lakka sebagai pemberi suap sudah ditahan olek KPK. Korporasi PT Tabi Bangun Papua yang ia pimpin ini bergerak di bidang farmasi.
KPK menduga Rijatono Lakka bisa mendapatkan proyek karena sudah melakukan kerjasama ilegal dengan beberapa pejabat termasuk Lukas Enembe.
Kini penyidik sedang mencari aliran dana dari rekening Lukas yang diduga mengalir ke sejumlah situs judi atau Kasino di luar negeri.**

Share this article
Sejauh ini kondisi Lukas Enembe bahkan dinyatakan sehat oleh dokter, jadi Alexander Marwata menilai rujukan ke luar negeri tidak diperlukan