Nasional

Ferdy Sambo Tadinya Ingin Eksekusi Brigadir J Malam Hari, Tapi Tak Jadi Gegara Ada Hal yang Tak Lazim

Oleh: Tim AYO 07 Senin 26 Des 2022, 09:31 WIB
Kepada hakim, Ferdy Sambo mengaku tadinya ingin mengeksekusi Brigadir J pada malam hari sesuai rencana awal.

AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo mengaku kepada hakim soal peristiwa penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kepada hakim Ferdy Sambo mengaku, bahwa dia ingin mengeksekusi Brigadir J pada malam hari. Tetapi, dia berubah pikiran.

Hal itu dia diungkapkan saat dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa obstruction of justice Chuck Putranto pada Kamis, 22 Desember 2022.

Dalam sidang itu, Ferdy Sambi diperlihatkan momen kedatangannya di kompleks Duren Tiga lewat CCTV.

Di hadapan hakim, Ferdy Sambo akui ingin mengeksekusi Brigadir J pada malam hari. Tetapi, saat itu Sambo sempa merasa ragu.

Dia ragu apakah akan menghabisi Yosua langsung sore itu, atau tetap sesuai rencana awal yakni pada malam hari.

Akhirnya, Ferdy Sambo memutuskan untuk mengeksekusi Brigadir J pada sore itu juga.

"Saya teringat lagi, 'Ngapain saya konfirmasi malam? Sekarang aja saya turun'. Akhirnya saya turun," tutur Sambo, diberitakan Suara.com.

Dalam rekaman CCTV itu, terdapat satu adegan yang sangat disorot hakim, yakni ketika mobil Sambo tiba di depan rumah dinasnya. Alih-alih berhenti tepat di depan pagar, mobil Sambo diketahui justru lebih maju hingga mendekati kamera CCTV.

Bukan hanya itu, hakim juga mengaku heran karena korban Nofriansyah Yosua Hutabarat yang juga memilih melipir ke taman alih-alih menyambut kedatangan Sambo. Apalagi karena Yosua disebut mengetahui kedatangan mobil Sambo sore itu.

"Kalau dari CCTV ini dia ke taman, karena mungkin tahu saya berhenti, jadi dia lari ke sana," ungkap Sambo.

"Apakah perilaku atau sikap yang ditayangkan Yosua seperti itu, salah satu ajudan saksi, lazim nggak? Seperti dia menghindar," tanya hakim.

"Harusnya tidak lazim. Karena mungkin dia sudah tahu kalau ada masalah di Magelang, harusnya dia jemput," balas Sambo.

"Kalau seorang ajudan nggak semestinya menghindar. Saya juga melihat Saudara, kenapa Saudara tidak turun di depan pintu pagar tersebut?"

Ferdy Sambo lantas mengurungkan niatnya mengeksekusi Brigadir J malam hari, oleh karena itulah dia merasa wajar ketika mobilnya berhenti beberapa meter di depan pagar rumah Duren Tiga dan turun di sana.

Sambo lalu berjalan masuk ke dalam rumah setelah disambut ajudannya, Adzan Romer.

Namun Romer saat itu cuma sampai di pintu luar sementara Sambo terus masuk ke dalam rumah Duren Tiga dan bertemu Kuat Ma'ruf.

"Saya ketemu Kuat di dapur, saya menanyakan, 'Panggil Yosua!' Kemudian Kuat menyuruh Ricky Rizal kalau tidak salah, memanggil Yosua ke dalam," jelas Sambo.

Tidak butuh waktu lama, Kuat dan Ricky sudah membawa Yosua masuk. Di hadapan hakim, Sambo mengaku langsung emosi dan mengonfrontasi Yosua dengan nada tinggi.

"Saya tanyakan ke Yosua, 'Kenapa kamu tega kurang ajar ke Ibu?!' (Dijawab) 'Kurang ajar apa, Komandan?'" ujar Sambo.

"Saya sudah lupa, saya ini bintang dua, saya pejabat utama, saya perintahkan Richard untuk 'Hajar, Chad!' Ternyata kemudian (Richard Eliezer) kokang kemudian tembakkan senjatanya," imbuhnya.*** (Suara.com)

Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana