AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Ferdy Sambo akhirnya mengungkapkan kronologi awal mula terbongkarnya skenario tentang pembunuhan Brigadir Yosua pada 8 Juli 2022 silam.
Hal ini diungkapkan Ferdy Sambo saat menjadi saksi mahkota untuk terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo di PN Jakarta Selatan pada Kamis (22/12/2022) dalam kasus obstruction of justice tewasnya Brigadir Yosua di rumah dinas Duren Tiga.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Minggu (25/12/2022), awalnya pengacara Chuck Putranto bertanya tentang skenario tewasnya Yosua itu terbongkar akibat rekaman CCTV di Duren Tiga atau keterangan dari Bharada Richard Eliezer.
"Saudara tonton video itu 8 Agustus. Jadi skenario yang saudara bangun akhirnya ketahuan itu dari apa dulu? Apakah dari keterangan Bharada E atau video ini?" tanya kuasa hukum Chuck Putranto.
Ferdy Sambo menjawab bahwa ia dijemput oleh rekannya seorang jenderal bintang dua di Mabes Polri pada tanggal 6 Agustus 2022 pagi.
Sehari sebelumnya, Ferdy Sambo mendapatkan telepon bahwa Bharada Richard Eliezer mendadak berubah.
"Saya dijemput oleh rekan saya bintang dua di Mabes Polri di tanggal 6 Agustus pagi. Tanggal 5 Agustus saya ditelpon ini Richard berubah. Saya sampaikan berubah gimana," jawab Ferdy Sambo.
Pada saat itu, Ferdy Sambo mengaku dituduh oleh Richard Eliezer bahwa ia yang menembak Yosua sebanyak lima kali.
"Saya bilang kalau mau bawa saya, saya pengen lihat apa keterangan dia. Di tanggal 5 itu dia sampaikan bahwa saya yang tembak lima kali ke Yosua. Loh kok jadi melimpahkan ke saya semua peristiwa ini, oke saya akan hadapi semuanya ini," kata Ferdy Sambo kemudian.
Namun demikian, Ferdy Sambo juga membantah perkataan Richard Eliezer tersebut.
Mantan Kadiv Propam Polri ini menyatakan bahwa dirinya tak menembak Yosua.
Ia tetap teguh pada ucapannya bahwa tidak pernah menembak Yosua sampai meninggal.
"Tapi saya pikir bukan saya yang nembak kok, dia berbalik kemudian menyampaikan senjatanya saya ambil kemudian saya menembak Yosua lima kali, kemudian saya serahkan lagi dia suruh ngaku, saya tetap bertahan saya tidak melakukan penembakan," lanjutnya.
Sebelumnya di tanggal 8 Agustus 2022, Ferdy Sambo juga mendapatkan panggilan dari timsus dan seluruh orang yang ada di lokasi akan dijadikan tersangka termasuk Putri Candrawathi.
"Kemudian tanggal 8 saya dipanggil oleh timsus dan seluruh orang di situ akan dijadikan tersangka termasuk istri saya dan saya menyerah waktu itu. Yasudah saya akan sampaikan semuanya yang penting istri saya jangan jadi tersangka karena dia tidak tahu apa-apa," ucapnya.
Ferdy Sambo mengaku tidak pernah melibatkan Baiquni Wibowo, Arif Rachman Arifin, Irfan Widyanto, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Adi Purnama dalam skenario yang sudah ia bangun sendiri.***

Share this article
Berikut yang membongkar skenario licik Ferdy Sambo untuk pertama kalinya, Bharada E atau rekaman CCTV?