AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Ferdy Sambo menguak fakta baru yaitu membongkar percakapan pesan diri Sambo kepada Bharada E.
Di dalam pesan yang dikirimkan Ferdy Sambo kepada Bharada E tersebut sempat menyebut nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Bahkan, Ferdy Sambo juga meminta kepada Bharada E untuk membuat keluarganya di Manado tenang dan tidak merasa khawatir atas kasus ini.
Dalam sidang baru-baru ini, ditampilkan isi percakapan Ferdy Sambo dan Bharada E.
“Kamu sehat ya? Bapak Kapolri menyampaikan kalau ada yang enggak nyaman laporkan saya segera, biar saya laporkan Bapak Kapolri” tulis Ferdy Sambo, yang ditampilkan di sidang, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Jumat, 23 Desember 2022.
“Siap sehat, Bapak, Siap baik, Bapak,” jawab Bharada E.
“Buat tenang keluarga di Manado, ya, Cad. WA saya kalau ada yang tidak enak di hati kamu,” tulis Sambo lagi.
“Siap baik, Bapak,” jawab Bharada E.
Pesan yang dikirimkan oleh Ferdy Sambo tersebut dikirimkan saat Bharada E sedang ditahan di Mako Brimob.
Pesan tersebut diungkapkan oleh ahli digital forensik yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan.
Walau di dalam percakapan yang diungkap di persidangan ada nama ‘Kapolri’ di dalamnya, Ferdy Sambo tidak mengakui adanya doktrin, ancaman, atau mengintimidasi Bharada E.
Baca Juga: Terpupuler! Saat Ferdy Sambo Dicecar Habis-habisan oleh Hakim di Persidangan, Bak Senjata Makan Tuan
Hal itu disampaikan Ferdy Sambo menyanggah kesaksian dari ahli digital forensik tersebut dan menyatakan bahwa dirinya tidak ada kalimat doktrin, ancaman, intimidasi maupun tekanan terhadap Bharada E.
“Kemudian terhadap ahli digital forensik, dari percakapan saya dengan terdakwa RE itu sudah jelas tidak ada doktrin, ancaman, intimidasi, tekanan dan saat itu yang bersangkutan berada di Mako Brimob,” ujar Ferdy Sambo.
Pesan tersebut dikirimkan Ferdy Sambo pada 11 hari pasca kematian Brigadir Yosua.
Sebelumnya, Bharada E memberikan kesaksian di persidangan bahwa dirinya di doktrin oleh Ferdy Sambo sejak tanggal 8 Juli hingga Agustus untuk melaksanakan skenario yang dirancang oleh Ferdy Sambo.
Hal tersebut juga mendapat perhatian publik yang justru curiga bahwa pesan Ferdy Sambo tersebut ada maksud terselubung.
“Sejak kpn FS pernah wa RE? Kemungkinan besar baru kali ini. Dengan cara seorg (mantan) jendral mengirim lsg wa ke seorg Bharada, ini sudah merupakan 'pesan terselubung' bahwa RE dalam pantauan FS dan jangan macam2,” tulis akun Virtu Inc.
Bahkan warganet juga menunggu jawaban Pak Kapolri yang namanya dicatut oleh Ferdy Sambo di dalam pesan untuk Bharada E tersebut.
“Nama Kapolri dicatut Sambo untuk melancarkan skenario busuknya. Kita tunggu respon pak Kapolri untuk lebih memperberat hukuman Sambo,” tulis akun Togap taripar.
Warganet juga menilai, menyebut anggota keluarga juga merupakan salah satu bentuk intimidasi kepada Bharada E.
“Menyebut keluarga itu bentuk intimidasi Menyerang langsung ke batin,” tulis akun Novita.***

Share this article
Pesan yang dikirimkan Ferdy Sambo kepada Bharada E tersebut sempat menyebut nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di dalamnya.