AYOJAKARTA.COM – Perempuan misterius yang keluar menangis dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka XI A mulai terkuak sedikit demi sedikit.
Awal mula munculnya sosok perempuan misterius yang keluar dari rumah Ferdy Sambo sambil menangis disampaikan oleh Richard Eliezer atau Bharada E.
Ronny Talapessy, pengacara Bharada E, mengungkapkan sedikit ciri-ciri perempuan yang disebutkan oleh kliennya.
"Yang pasti dia rambutnya pendek, kulitnya sawo matang," kata Ronny sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022, seperti dilansir suara.com, jaringan Ayo Media Network.
Namun, Ronny Talapessy tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut tentang sosok perempuan misterius yang keluar sambil menangis dari rumah Ferdy Sambo.
Ciri-ciri perempuan yang disebut Ronny tersebut sejalan dengan keterangan dari penasihat hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
“Ini pasti informasi A1, rambutnya pendek, kulitnya manis-manis sawo matang tapi agak- agak coklat, nah ini profilnya kok mirip sekali dengan 'si cantik' yang sering dibahas oleh rekan saya, apakah dia atau bukan,” ungkap Martin dalam acara Dua Sisi seperti ditayangkan kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 2 Desember 2022.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Murka: Kronologi Mayor Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad
Berdasarkan catatan Ayojakarta, sosok perempuan misterius tersebut diungkap oleh Bharada E dalam sidang pada Kamis 30 November 2022.
Namun keterangan Richard Eliezer tersebut dibantah oleh pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis.
“Memergoki apa? Saya sudah tegaskan kalau itu tidak benar dan karangan RE saja, buktinya ada gak?” kata Arman kepada wartawan Kamis 1 Desember 2022.
Bahkan Arman Hanis menyebut Bharada E mengarang cerita karena bertentangan dengan keterangan saksi lain.
Pengacara Ferdy Sambo itu lantas menyoal status justice collaborator (JC) dari Richard dan meminta Bharada E tidak mengarang atau berbohong.
“Saya tegaskan sekali lagi bahwa itu hanya karangan RE dan keterangan RE bertentangan dengan keterangan saksi-saksi lain dan bukti video yang pernah ditayangkan di sidang. Ingat, harusnya JC jujur di sidang, tidak mengarang cerita apalagi bohong,” ujarnya.
Dalam persidangan Rabu 30 November 2022, Bharada E menerangkan sosok perempuan misterius saat hakim menanyakan perihal adanya pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi.
Semula, Bharada E bercerita bahwa dia yang sedang berada di rumah Jalan Saguling, melihat Putri Candrawathi sedang marah.
“Singgah di sana, saat mampir di kediaman, saya lihat ibu marah. Saya gak berani menanyakan,” ujar Bharada E.
Baca Juga: Kronologi Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad: Mayor Infantri BF Tersangka!
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran
Beberapa menit kemudian, Bharada E melihat terdakwa Ferdy Sambo tiba di rumah dengan marah–marah.
“Setengah jam kemudian, pak FS pulang diantar Saddam. Pak FS kayak marah–marah juga langsung masuk kedalam rumah,” lanjutnya.
Bharada E mengaku tidak tahu kejadian secara pasti di dalam rumah Jalan Bangka tersebut. Tidak lama berselang, menurut Richard, ada seorang perempuan yang tidak dikenalnya keluar dari rumah sambil menangis.
Meski ditolak oleh kubu Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer mendapatkan dukungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyebut bahwa keterangan yang disampaikan oleh Richard dalam persidangan juga pernah dibicarakan bersama saat Bharada E mengajukan status justice collaborator.
“Iya (LPSK dan Richard soal wanita menangis),” ujar Edwin Partogi Pasaribu saat dikonfirmasi pmjnews.com, Jumat 2 Desember 2022.
“Memang itu pengetahuan Bharada E,” tambahnya.
Saat awal pengajuan, Edwin menuturkan bahwa pihaknya meminta Richard untuk berkata jujur selama proses persidangan.
Selain itu, Edwin juga mengatakan bahwa seluruh yang disampaikan Richard dalam persidangan pada hari Rabu 30 November bukanlah karangan dan sudah pernah disampaikan sebelumnya ke LPSK.
“Iya. Kami sudah dengar sebelumnya,” jelasnya.
Ada lima terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua atau Brigadir J. Yosua meninggal dunia ditembak di kediaman dinas Ferdy Sambo semasa masih menjabat Kadiv Propram di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mereka adalah pasangan suami isteri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Lalu ada Ricky Rizal atau Bripka RR, mantan ajudan Ferdy Sambo, dan Kuat Ma’ruf, supir sekaligus asisten rumah tangga (ART) Keluarga Sambo.
Satu terdakwa lagi adalah Richard Eliezer alias Bharada E, mantan ajudan Ferdy Sambo. Richard juga menyandang status justicel collaborator (JC) dalam perkara tersebut.
Jadi siapa yang benar dong, Ferdy Sambo lewat kuasa hukumnya, atau Bharada E alias Richard Eliezer?