AYOJAKARTA.COM – Rhichard Eliezer (Eliezer) hari ini (30/11/2022) melakukan pemeriksaan sebagai saksi silang dengan terdakwa lainnya yaitu Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Saat memberikan kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim, Richard Eliezer kembali menceritakan dan memperagakan adegan saat ia menembak almarhum Yosua.
Richard Eliezer menahan tangis dan mata terlihat merah.
Baca Juga: Sah! UMP Jawa Barat Naik 7,88 Persen, Berikut UMK Karawang 2023 dan 26 Kabupaten/Kota Lainnya
Adapun kesaksian Richard Eliezer dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Kompas Tv pada Rabu (30/11/2022).
Setelah masuk ke dalam rumah, Richard Eliezer mengikuti di belakang dan melihat Kuat Maruf mengantar tas dari Putri Candrawati ke kamar.
Setelah itu Richard Eliezer langsung naik ke lantai dua, sambil melihat lagi ke arah kamar yang terbuka.
“Saya masih merasa takut juga saat itu yang mulia,” ungkap Eliezer kepada majelis hakim.
“Di pikiran saya, aduh sudah mau terjadi ini penembakan, saya masuk lagi ke kamar saya berdoa lagi di kamar dengan doa yang sama juga,” tambahnya.
Setelah selesai berdoa, Eliezer masih tetap berdiam di tempat, tetapi tidak lama kemudian terdengar suara Ferdy Sambo di bawah. Ia pun kemudian turun ke bawah.
“Sampai di ujung tangga, Pak FS sudah mengenakan sarung tangan, Yang Mulia,” ungkap Eliezer.
“Sarung tangan karet warna hitam,” tambahnya.
Ferdy Sambo kemudian bertanya ke Eliezer mengenai isi peluru di senjata, dan memerintahkan ajudannya untuk mengisi senjata.
Tak lama kemudian korban (almarhum Yosua) masuk diikuti oleh Kuat Maruf dan Ricky Rizal.
Menurut pengakuan Eliezer, Ferdy Sambo melihat ke belakang dan memegang leher dari Yosua, lalu mendorong ke depan menyuruh untuk berlutut.
Saat itu Ferdy Sambo juga menyuruh Eliezer untuk menembak Yosua.
“Woy kau tembak cepat, kau tembak cepat, cepat kau tembak,” ucap Ferdy Sambo yang diulang oleh Eliezer.
“Saya mengeluarkan senjata saya langsung tembak, Yang Mulia,” ungkap Eliezer.
Saat ditanya hakim jarak penembakan ke korban, Eliezer menjawab sekitar dua meter.
“Saya tutup mata saat tembakan pertama Yang Mulia,” kata Eliezer.
Saat ditanya berapa kali menembak korban oleh hakim, Eliezer mengatakan menembak tiga sampai empat kali, tetapi tidak tahu ke mana ia arahkan tembakannya.
Setelah terkena tembakan, almarhum Yosua jatuh di samping tangga dengan suara mengerang.
Eliezer dalam pengakuannya juga mengatakan, Ferdy Sambo menembak Yosua sesaat setelah jatuh. Tetapi tidak ingat berapa kali tembakan mengarah ke korban.***