AYOJAKARTA.COM - Sejumlah ART Ferdy Sambo jadi saksi di persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Salah satunya adalah Susi, ART Ferdy Sambo yang jadi sorotan saat memberikan kesaksian di persidangan.
Susi dan sejumlah ART Ferdy Sambo yang lain diduga memberikan keterangan sesuai dengan skenario sang majikan.
Hal ini karena pernyataan mereka disebut senada namun memojokkan Brigadir J dengan mengungkapkan sejumlah sifat buruk seperti tempramental dan kerap hiburan malam.
Pada sidang saat ditanya soal sifat-sifat Brigadir J, sejumlah ART Ferdy Sambo mengungkapkan soal sifat pemarah dan temperamental korban.
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan sejumlah alasan dirinya tak percaya pada sejumlah saksi di ruang sidang tersebut.
Baca Juga: Martin Lukas Simanjuntak Akui Sudah Laporkan 2 Saksi Ferdy Sambo, Susi dan Kodir Deg-degan!
"Kenapa? Karena sejak sesi persidangan beberapa waktu silam, Hakim sudah sampai pada kesimpulan, bahwa saksi tidak kredibel," ucap Reza Indragiri dalam acara Kontroversi yang diunggah di kanal YouTube MetroTvNews dikutip Ayo Jakarta.com pada Minggu (20/11/2022).
Bahkan dia juga mengingat Hakim pernah menyebutkan jika terlalu banyak settingan dalam sidang tersebut.
"Pantas bagi kita untuk mengatakan, ini kebanyakan untuk keseluruhan tidak menyatakan kebenaran yang disampaikan oleh saksi adalah false testimoni," tambahnya.
"Keterangan saksi sifatnya palsu," ucapnya tegas.
Ada tiga tipe keterangan palsu yang mungkin diungkapkan para ART Ferdy Sambo ini dalam persidangan.
Salah satunya tipe satu yang merupakan saksi menyampaikan keterangan palsu secara sukarela, kecurigaan menguat karena adanya kedekatan khusus antara Susi dan Ferdy Sambo.
"Muncullah spekulasi yang ini, saksi Susi berpelukan sedemikian hangat dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo," ucapnya mengungkapkan alasan yang begitu kuat.
"Oh, jangan-jangan ia (Susi) menyampaikan keterangan palsu, karena pada dasarnya ia memang sudah punya ikatan emosi tertentu pada dua orang tersebut," tandasnya mengakhiri.
Ada berbagai hal lain yang memunculkan kecurigaan skenario Ferdy Sambo yang disampaikan oleh para ART tersebut.
Baca Juga: Momen Terdakwa Kuat Maruf Beradu Keterangan dengan Saksi ART Susi, Siapakah yang Benar-benar Jujur?
Ahmad Taufan Damanik menemukan ada pesan WhatsApp di kalangan ajudan untuk menjawab dengan kesaksian yang sama.
"Padahal, Damanik sebelum pensiun menjadi Ketua Komnas HAM pernah mengatakan bahwa ada WhatsApp dari para ajudan, termasuk Daden, RR, dan juga Bharada E, yang berisi script," terang Irma.
"'Nanti kalau ditanya ini jawabnya ini'," imbuh Irma, menirukan apa isi pesan WhatsApp yang diterima para ajudan Sambo tersebut.
Bahkan yang unik, jawaban khas Susi yang viral tersebut juga merupakan brief yang sudah dipersiapkan.
"Jadi ada briefing, lalu ada juga jawaban 'Siap, Ndan! Siap, Ndan!'," tutur Irma.
"Jadi pertanyaan yang diajukan kepada ajudan dan pembantu rumah tangga rata-rata serupa, setipe, kalau nggak ada dalam script (bilangnya) 'Saya lupa', nah itu kan bikin hakimnya naik darah," ucapnya mengakhiri.***