News

Kritik Isu Pemerkosan yang Selalu Diungkit Febri Diansyah, Irma Hutabarat: Itu Omong Kosong!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Kamis 17 Nov 2022, 08:37 WIB
Kritik Isu Pemerkosan yang Selalu Diungkit Febri Diansyah, Irma Hutabarat: Itu Omong Kosong!

AYOJAKARTA.COMIrma Hutabarat, selaku Ketua Komunitas Civil Society Indonesia turut berkomentar terkait kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo.

Menurut Irma Hutabarat pembelaan dari kuasa hukum Ferdy Sambo tidak sesuai konteks sehingga ia menyebut hal itu tidak ada esensinya.

Dari eksepsi yang disampaikan kuasa hukum Ferdy Sambo yakni Febri Diansyah banyak menuai kritikan pedas dari Irma Hutabarat.

Baca Juga: Janggalnya Keterangan Saksi Sidang Ferdy Sambo, Irma Hutabarat: Emang Dibayar Untuk Bohong, Kalau Jujur Aneh!

Menurutnya pengakuan dari Febri Diansyah terkait Ferdi Sambo menyuruh untuk 'hajar' bukan 'tembak' itu memiliki arti yang relevan.

"Arti dari kata itu harus relevan, jadi yang dikatakan oleh Febri Diansyah dengan 'dia tidak menyuruh membunuh, dia menyuruh menghajar'. Itu adalah logika yang dipelintir, tidak ada konteksnya," ujar Irma Hutabarat.

Irma Hutabarat juga menyampaikan bahwa pembelaan Febri Diansyah tidak ada esensinya karena ia menilai itu hanya sebagai permainan kata-kata.

Baca Juga: Keras! Irma Hutabarat Semprot Habis-Habisan Kuasa Hukum Ferdy Sambo: Pembelaan Dia Tidak Ada Esensinya

"Menurut saya pembelaan Febri Diansyah itu tidak ada esensinya tidak ada substansinya karena hanya permainan kata-kata," ujar Irma Hutabarat.

Menurut Irma Hutabarat, pernyataan pada eksepsi tersebut diibaratkan sebagai logika yang dipelintir semata untuk meringankan hukuman Ferdy Sambo.

Irma berpendapat bahwa dari pernyataan itu seolah Ferdy Sambo mau menyelamatkan Richard Eliezer (Bharada E).

Baca Juga: Irma Hutabarat Sebut Fitnah Untuk Brigadir J Tak Akan Merubah Adanya Fakta Pembunuhan Berencana, Ini Buktinya

Namun hal itu menjadi tidak logis karena Irma berpendapat suatu hal yang aneh ketika dikatakan Ferdy Sambo mau menyelamatkan Richard Eliezer, tetapi malah mengajaknya untuk menjadi pembunuh.

"Dipelintir bahwa dia ingin meringankan hukuman bahwa Sambo itu tidak suruh bunuh, bahwa Sambo itu sebenarnya mau menyelamatkan Eliezer. Bagaimana mau menyelamatkan Eliezer ketika kamu mengajak orang untuk menjadi pembunuh?" ujar Irma Hutabarat.

Irma Hutabarat juga menjelaskan bahwa Wajar saja seorang Richard Eliezer tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo karena jabatannya paling rendah di antara ajudan lain.

Baca Juga: Terpopuler! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Disangka Ada Pesan Briefing...

Tidak seperti halnya Ricky Rizal yang masih berani untuk menolak perintah Ferdy Sambo.

"Tidak bisa dilihat peristiwa itu berdiri sendiri, ketika dia bilang 'Hajar', sebelumnya dia sudah minta kepada Ricky Rizal untuk membunuh, Ricky Rizal bilang 'saya tidak punya mental yang cukup untuk melakukan itu'," jelas Irma Hutabarat.

"Kenapa Eliezer? karena dia anak bawang, dia baru 6 bulan bekerja di situ, Ricky Rizal itu sudah lebih dari 3 tahun, anak bawang (atau) anak baru yang tidak punya kesempatan untuk say 'NO," lanjutnya.

Baca Juga: Fakta Baru! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo: Ada Pesan Briefing Begini

Kemudian Irma Hutabarat juga sempat berpesan kepada Febri Diansyah agar berempati kepada keluarga korban yakni Brigadir J.

"Sudahlah Febri Diansyah, nyawa yang sudah hilang itu tidak bisa dikembalikan. Bahwa yang dirasakan oleh keluarga Yosua, yang dirasakan oleh mamanya, apapun yang kita lakukan di sini tidak akan mengembalikan nyawanya," ungkap Irma Hutabarat.

Menurutnya hal yang kita lakukan setelah tewasnya Brigadir J juga masih sangat mempengaruhi perasaan keluarga almarhum.

Baca Juga: Irma Hutabarat Sayangkan Tindakan Pendeta Gilbert Lumoindong yang Sebar Fitnah Soal Brigadir J

"Tapi apa yang kita lakukan sesudah itu juga mempengaruhi, ketika orang memfitnah, melecehkan hukum, melecehkan akal sehat, lalu kemudian merekayasa dan berbohong tidak mengakui kesalahan, itu kan jadi bertubi-tubi luka batin dan sakit hati keluarga (Yosua)," jelas Irma.

Tidak hanya itu Irma Hutabarat juga mengkritik soal pelecehan seksual yang diungkit oleh kuasa hukum Ferdy Sambo yang tidak ada bukti atau laporan sebelumnya.

"Menurut saya luar biasa jahatnya, karena apa? Karena itu hanya narasi yang dinyanyikan tanpa bukti, tanpa fakta, tanpa ada visum, tanpa ada apapun," jelas Irma Hutabarat.

Baca Juga: Irma Hutabarat Bongkar Dugaan Pembunuhan Berencana, Isi Chat Brigadir J kepada Putri Candrawathi Terkuak

"Saya punya satu pertanyaan kepada Febri Diansyah, kalau mau bicara soal perkosaan di Magelang, apakah pernah dilaporkan?," sambungnya.

"Tidak pernah, jadi ini ngomong asasnya, dasarnya apa? Buktinya apa? Laporan tidak ada, kenapa dijadikan sebagai pembelaan?" sambungnya.

Bahkan Irma Hutabarat menyebut bahwa pernyataan Febri Diansyah tersebut hanyalah omong kosong.

"Saya bilang itu non sense (omong kosong)," ujar Irma Hutabarat.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris