AYOJAKARTA.COM - Proses persidangan para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ditunda hingga akhir November.
Namun meski ditunda, masih banyak kejanggalan yang dihadirkan dalam persidangan-persidangan yang sebelumnya telah berlangsung.
Kejanggalan tersebut kebanyakan berasal dari keterangan para saksi yang dinilai sangat tidak relevan dengan kasus tersebut.
Bahkan banyak yang menyebutkan bahwa keterangan para saksi dari pihak terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah disetting sedemikian rupa.
Tujuannya tidak lain agar bisa mendapatkan celah keringanan hukuman para terdakwa khususnya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang ramai disebut sebagai otak penembakan terhadap Brigadir J.
Salah satu kesaksian yang dianggap tidak relevan adalah keterangan dari saksi Susi dan juga Kodir yang berbelit-belit dan banyak kebohongan.
Bahkan begitu berbelit-belitnya keterangan saksi Susi dan Kodir yang merupakan ART keluarga Ferdy Sambo hingga membuat hakim naik pitam dan mengancam akan menjadikan tersangka.
Selain itu, keterangan lain dari saksi Daden dan Damson dinilai tidak kalah janggalnya dengan keterangan saksi Susi dan Kodir.
Kemudian yang lebih parah, Daden dan Damson tidak hanya memberi keterangan yang tidak relevan sama sekali dengan kasus kematian Brigadir J.
Baca Juga: Terpopuler! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Disangka Ada Pesan Briefing...
Namun juga memberikan keterangan yang dinilai merupakan fitnah kepada mendiang Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Uya Kuya Tv pada Kamis (17/11/22), Irma Hutabarat kemudian buka suara terkait hal tersebut.
Irma Hutabarat mengatakan bahwa sebenarnya yang lebih penting dijadikan bukti dalam kasus ini adalah data forensik.
Baca Juga: Fakta Baru! Irma Hutabarat Bongkar Skenario Ferdy Sambo: Ada Pesan Briefing Begini
“Yang lebih penting itu adalah data forensik” ujar Irma kepada Uya Kuya.
Irma Hutabarat juga menuturkan bahwa percuma mendengarkan keterangan dari para saksi di pihak Ferdy Sambo tersebut karena menurutnya memang telah dirancang sedemikian rupa untuk berbohong.
“Kalau nanya terus sampai berminggu-minggu udah tahu pembohong pasti bohong, disettingnya itu untuk bohong dari awal jadi kalau ditanya kenapa pada bohong ya emang dibayar untuk bohong kalau ngomong jujur baru aneh gitu lho” jelas Irma Hutabarat.
“Jadi itu persidangan yang sama sekali tidak dihormati tuh oleh orang-orang yang berbohong itu, hakim harus ngancam-ngancam” pungkasnya.***

Share this article
Irma Hutabarat menilai keterangan para saksi di sidang Ferdy Sambo penuh kejanggalan, menduga mereka memang dibayar untuk bohong.