AYOJAKARTA.COM - Memasuki akhir Februari 2026, publik kembali menyoroti rencana peluncuran bahan bakar ramah lingkungan BOBIBOS di Timor Leste.
Sempat mengumumkan akan dilaunching pada Februari ini, namun hingga akhir bulan bahan bakar berbahan jerami ini tak kunjung didistribusikan.
Tentunya, peluncuran BOBIBOS ini dinantikan oleh masyarakat, terutama oleh rakyat Timor Leste.
BOBIBOS digadang-gadang akan menjadi langkah baru menuju transisi energi bersih di negara tersebut.
Dipantau AyoJakarta.com melalui akun Instagram @bobibos_, hingga Jumat (27/2) belum ada unggahan terbaru soal bahan bakar yang klaim memiliki emisi nyaris 0 ini.
Unggahan terakhir, BOBIBOS membagikan proses fermentasi jerami hingga menjadi cairan organik.
Dalam video itu, tampak tim membagikan proses fermentasi sebelum jerami dijadikan bahan bakar bensin dan solar.
BOBIBOS juga sudah memiliki pabrik di Timor Leste untuk memproduksi bahan bakar tersebut.
Di pabrik itu, proses hingga mesin untuk mengolah bahan bakar pun sudah tersedia dengan lengkap.
BOBIBOS juga menyampaikan bahwa proses launching tinggal menunggu kedatangan kontainer yang dalam proses pengiriman dari Indonesia.
Isinya, yaitu mesin-mesin yang dirancang untuk mengubah cairan organik di Bio Manufaktur menjadi bahan bakar BOBIBOS bensin dan solar.
Baca Juga: Buruh akan Gelar Aksi Demo pada 4 Maret 2026 di Gedung DPR RI, Ini Isi Tuntutannya
Publik kini menunggu pernyataan resmi BOBIBOS terkait perkembangan terbaru proyek tersebut.
Jika berhasil diluncurkan dalam waktu dekat, BOBIBOS berpotensi menjadi tonggak baru dalam perjalanan transisi energi di negara muda tersebut.***