AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi hijau berbasis jerami kembali menjadi sorotan publik.
Bobibos secara terbuka menjelaskan tahapan fermentasi jerami yang mereka kembangkan hingga berubah menjadi cairan organik, cikal bakal bahan bakar nabati ramah lingkungan.
Melalui unggahan Instagram pada Kamis, 19 Februari 2026, Bobibos membagikan proses sederhana yang diterapkan dalam skala pilot project di Timor Leste.
Proses ini menjadi bagian penting sebelum cairan organik tersebut “dimasak” menggunakan mesin khusus hingga menjadi bensin dan solar nabati.
"Bagaimana proses fermentasi jerami hingga menjadi cairan organik? Sebelum ‘dimasak’ menjadi bahan bakar nabati. Beginilah proses sederhana yang kami lakukan dalam skala pilot project di Timor Leste," tulis pihak pengelola Bobibos di media sosial Instagram.
Fermentasi jerami diawali dengan pengecekan kadar pH air di dalam toren. Tahap ini krusial karena menentukan keberhasilan proses biologis selanjutnya.
Setelah itu, air diberi ramuan khusus hingga pH mencapai standar yang telah ditetapkan oleh tim teknis Bobibos. Jika parameter sudah sesuai, proses fermentasi resmi dimulai.
Jerami yang telah diproses menjadi powder kemudian dimasukkan ke dalam toren, dicampur dengan serum khusus, lalu ditutup rapat dalam periode waktu tertentu.
Dari proses inilah jerami perlahan berubah menjadi cairan organik bernilai tinggi.
Cairan tersebut menjadi bahan utama yang nantinya diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
Bobibos menegaskan bahwa teknologi yang mereka gunakan dijalankan dengan prinsip zero waste. Tidak ada limbah yang terbuang dari seluruh rangkaian produksi.
Cairan sisa proses enzimatis ditampung untuk diolah menjadi pupuk organik bagi petani, sementara residu jerami dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Pendekatan ini memperkuat integrasi bioenergi dengan sektor pertanian dan peternakan.
Selain fermentasi, fasilitas bio manufaktur Bobibos juga dilengkapi dengan air bersih sesuai standar operasional, sistem blower untuk menjaga kestabilan suhu, serta puluhan tong khusus untuk proses enzimatis.
Proses enzimatis ini menjadi jantung teknologi Bobibos karena mampu memodifikasi sifat fisika dan kimia bahan organik tanpa hidrogenasi, sehingga lebih aman dan ramah lingkungan.
Saat ini, proyek bio manufaktur Bobibos di Timor Leste telah rampung secara konstruksi dan siap memasuki tahap peluncuran pada Februari 2026.
Tim hanya menunggu kedatangan kontainer berisi mesin pengolah utama yang masih dalam proses pengiriman dari Indonesia.
Meski jadwal distribusi belum diumumkan secara rinci, Bobibos memastikan energi murah dan berkelanjutan ini segera dapat dinikmati masyarakat.
Kehadiran teknologi fermentasi jerami ini menjadi sinyal kuat bahwa bahan bakar nabati berbasis limbah pertanian memiliki masa depan cerah di tengah krisis energi global dan dorongan transisi menuju energi bersih.***
Share this article
Bobibos kembangkan inovasi energi hijau di Timor Leste lewat fermentasi bubuk jerami menjadi cairan organik. Tanpa limbah, proses ini hasilkan bensin nabati, pupuk, dan pakan ternak. Siap rilis 2026.