AYOJAKARTA.COM - Konflik geopolitik Israel-AS melawan Iran masih memanas setelah pemerintah Iran menutup Selat Hormuz.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, terutama karena menjadi jalur utama distribusi minyak dari negara-negara Timur Tengah ke berbagai negara di dunia.
Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran sedang melobi pemerintah Iran.
Baca Juga: Waspada! Penularan Lebih Cepat dari Covid-19, Menkes Budi Ingatkan Bahaya Penyakit Campak
Lobi ini berkenaan kapal milik Pertamina agar bisa melintasi Selat Hormuz.
"Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran," ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kemlu Santo Darmosumarto dalam keterangan resmi yang dikutip ayojakarta.com pada Jumat, 6 Maret 2026.
Lebih lanjut, Santo menyebutkan bahwa kondisi di Iran saat ini masih belum kondusif.
Sebagai informasi, Iran menutup Selat Hormuz setelah serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026 lalu.
Baca Juga: Siap-siap! Warga Bogor Segera Nikmati Listrik dari Sampah Sendiri lewat Proyek PSEL Bogor Raya
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok minyak nasional masih dalam kondisi aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Bahlil, pemerintah bersama Pertamina terus memantau perkembangan situasi global serta memastikan distribusi energi dalam negeri tetap berjalan dengan baik.
"Untuk stok BBM kita masih aman. Pemerintah dan Pertamina terus memantau perkembangan situasi global agar pasokan energi dalam negeri tetap terjaga," ujar Bahlil.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila konflik berkepanjangan berdampak pada jalur distribusi energi dunia, termasuk jalur pelayaran di Selat Hormuz.***