AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar alternatif karya anak bangsa BOBIBOS kembali menjadi sorotan di tengah krisis ekonomi global.
Saat ini pengembangan bahan bakar dari jerami ini tengah memasuki tahap krusial usai bertemu dengan Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman.
Setelah pertemuan tersebut, Kementerian ESDM memberi respons positif untuk Energi Merah Putih ini.
Bahkan, Laode membuka peluang untuk BOBIBOS melakukan uji jalan atau road test yang bertujuan mengukur kelayakan bahan bakar pada kendaraan bermotor.

Berbeda dari pengujian laboratorium, uji jalan ini akan jadi fase penting bagi BOBIBOS karena dirancang untuk mensimulasikan penggunaan nyata bahan bakar di lapangan.
Dengan demikian, bahan bakar yang klaim ramah lingkungan ini bukan hanya diuji dari sisi kandungan kimia saja.
Tetapi juga dari performa ketika langsung digunakan pada kendaraan bermotor yakni mobil dan sepeda motor bensin.
BOBIBOS pun melalui Direktur PT Inti Sinergi Formula, Randy F. Firdaus, menyatakan kesiapan untuk melangkah dari tahap laboratorium menuju pengujian di jalan raya.

Nantinya, skenario pengujian jalan ini akan mencakup berbagai kondisi jalan umum di Indonesia.
Seperti jalur menanjak, turunan, hingga tikungan dengan jarak tempuh tertentu.
Selain itu, parameter yang nantinya diukur dalam uji jalan ini adalah konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, dan performa mesin secara keseluruhan.
Tiga aspek ini akan jadi indikator utama dalam menentukan apakah bahan bakar ini layak digunakan secara luas atau tidak.

Dengan skenario ini, nantinya tim teknis akan menilai apakah BOBIBOS mampu memberikan performa konsisten di berbagai kondisi.
Tak cuma soal tenaga, tapi juga efisiensi bahan bakar dan kestabilan pembakaran di dalam mesin.***