Mengenal Hidrokarbon Sintetis, Teknologi di Balik Bobibos yang Sedang Diuji LEMIGAS

Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
Poin Penting
  • Bobibos kini masuk tahap teknis di LEMIGAS guna tentukan standar klasifikasi resmi sebagai bahan bakar hidrokarbon murni.

  • Berbasis 100% nabati, inovasi ini adalah drop-in fuel yang bisa langsung digunakan kendaraan tanpa perlu rombak mesin.

  • Mengolah jerami via unit produksi mobile, Bobibos berpotensi kurangi emisi serta ketergantungan impor BBM di Indonesia.

AYOJAKARTA.COM - Pengembangan bahan bakar alternatif Bobibos memasuki fase krusial.

Setelah menarik perhatian publik, inovasi karya anak bangsa ini kini mulai diuji secara teknis oleh LEMIGAS untuk menentukan standar dan klasifikasi resminya di sektor migas.

Berbeda dari bahan bakar nabati yang sudah umum seperti bioetanol atau biodiesel (FAME), Bobibos mengusung konsep yang lebih maju, yakni hidrokarbon sintetis berbasis 100 persen minyak nabati.

Inilah yang menjadi pembeda utama sekaligus tantangan dalam proses pengujiannya.

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menegaskan bahwa produk yang dikembangkan tidak mengandung campuran bahan bakar fosil sama sekali.

“Karena basisnya 100 persen dari minyak nabati dan tidak dicampur dengan bensin fosil, maka perlu disamakan dulu persepsinya, apakah masuk kategori hidrokarbon sintetis, bukan etanol,” ujarnya.

Penyamaan persepsi ini penting karena akan menentukan metode uji, parameter teknis, hingga regulasi yang akan digunakan.

Tanpa klasifikasi yang jelas, pengujian berisiko tidak memiliki standar baku.

Secara kimiawi, perbedaan Bobibos dengan bioetanol sangat signifikan. Bioetanol merupakan senyawa alkohol (C₂H₅OH) yang mengandung oksigen, sehingga cenderung menyerap air dan berpotensi menimbulkan korosi pada sistem bahan bakar jika digunakan dalam kadar tinggi.

Sebaliknya, hidrokarbon sintetis memiliki struktur molekul yang menyerupai bensin atau solar konvensional, tersusun dari rantai karbon dan hidrogen tanpa kandungan oksigen.

Karakter ini menjadikan Bobibos sebagai drop in fuel, yaitu dapat langsung digunakan pada kendaraan tanpa perlu modifikasi mesin.

Keunggulan lain terletak pada densitas energi yang lebih tinggi dibanding bioetanol, sehingga efisiensi pembakaran mendekati bahan bakar fosil. Ini menjadi nilai tambah penting dalam konteks performa kendaraan.

Direktur PT Inti Sinergi Formula, Randy F. Firdaus, menjelaskan bahwa tahap selanjutnya adalah pembentukan tim teknis gabungan bersama Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas.

Tim ini akan merancang skema uji, termasuk uji fungsi dan uji jalan kendaraan.

Selain itu, Bobibos juga telah menyiapkan inovasi berupa unit produksi bergerak atau Bobibos Mobile Unit (BMU), yang mampu memproduksi bahan bakar hingga 300 liter per enam jam.

Teknologi ini dirancang untuk mengolah biomassa seperti jerami menjadi bahan bakar ramah lingkungan secara fleksibel.

Dalam implementasi internasional, Bobibos bahkan menggunakan nama berbeda, yaitu TABe (Timor Agriculture Bobibos Energy) saat diluncurkan di Timor Leste.

Jika seluruh tahapan teknis dan pengujian berhasil dilalui, Bobibos berpotensi menjadi terobosan besar dalam transisi energi nasional.

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti jerami, Indonesia tidak hanya dapat mengurangi emisi karbon, tetapi juga menekan ketergantungan impor minyak.

Kini, hasil uji dari LEMIGAS menjadi kunci. Apakah teknologi hidrokarbon sintetis ini akan menjadi masa depan energi Indonesia? Semua mata tertuju pada hasilnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bahan bakar
# hidrokarbon sintetis
# Bobibos

Berita Terkait

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.