News

Berikan Pidato Terkait dengan Pelaksanaan Pemilu Damai, Mahfud MD: Kepemimpinan itu Bergantian, Bukan Warisan

Oleh: Karseno AJ Kamis 20 Jul 2023, 16:05 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Di hadapan sejumlah perwakilan tokoh nasional, Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan pernyataan.

Dalam kegiatan bertajuk Senandung Pemilu Damai, Mahfud MD mengingatkan sejumlah hal terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Selain menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan bidang peran masing-masing, Mahfud MD mengajak semua pihak untuk menjaga kelancaran Pemilu.

Baca Juga: Buntut Kasus Panji Gumilang, Mahfud MD Sebut Ponpes Al-Zaytun Tidak Akan Dibubarkan: Materinya Kita Awasi

Sehingga proses demokrasi yang berintegritas, berkualitas dan bermartabat akan dapat terwujud secara nyata.

“Untuk menjamin dan melancarkan pelaksanaan Pemilu 2024 dengan penuh kedamaian,” ajak Menko pada awal sambutan.

Selain kelancaran dan kedamaian, Mahfud juga mengingatkan akan pentingnya integritas dalam melaksanakan pemilihan umum.

Baca Juga: Menko Polhukam Mahfud MD Ungkap Ratusan Sertifikat Tanah Milik Panji Gumilang, Jumlahnya Bikin Tercengang!

Menurut Mahfud pilar-pilar penyelenggaraan pemilu sangat penting untuk diterapkan sebagai bagian dari proses demokrasi.

Dimana dalam demokrasi peran rakyat sebagai pemegang kedaulatan menjadi hal yang paling utama untuk dijalankan.

Dengan mengacu kepada hal tersebut Mahfud berpendapat pentingnya untuk memastikan setiap proses berjalan dengan penuh kedamaian.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemerintah Akan Bina Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang Tetap Diproses Hukum

“Sehingga bukan dari rakyat, oleh oligarki dan untuk elit, akan tetapi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat,” terang Mahfud.

Adanya anggapan yang menyebut bahwa proses kepemimpinan merupakan suatu upaya untuk menjaga kekuasaan, Mahfud memberi tanggapan.

Menurut Menko Polhukam, kepemimpinan yang sepenuhnya berada di tangan rakyat memerlukan suatu bentuk sirkulasi.

Baca Juga: Rekening Sudah Diblokir, Mahfud MD Bongkar Panji Gumilang Punya Ratusan Bidang Tanah

“Karena ini negara demokrasi, maka pimpinan itu harus selalu berputar, bersirkulasi dan itu tidak boleh diwariskan,” terang Mahfud.

Selain tidak bisa diwariskan, kepemimpinan yang sejalan dengan prinsip demokrasi juga tidak datang melalui proses keturunan.

Adanya intrik dalam mewujudkan proses sirkulasi kepemimpinan, dinilai Mahfud sebagai suatu hal yang wajar.

Baca Juga: Mahfud MD Beberkan Penyalahgunaan Aset Al Zaytun, Ada 295 Bidang Tanah Atas Nama Panji Gumilang dan Keluarga

Namun demikian, Mahfud menegaskan bahwa intrik politik tidak sepantasnya mengorbankan kepentingan bangsa.

“Intrik politik  itu sah-sah saja, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan dan jangan sampai merusak tata kehidupan dalam bernegara,” jelasnya.  

Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari pemilu adalah memilih wakil-wakil berdasarkan aspirasi atau kehendak khalayak.

Baca Juga: Mahfud MD: Al Zaytun Tidak Akan Dibubarkan, Tapi Panji Gumilang Tetap Dipidana

Karenanya segala bentuk persaingan yang terjadi dalam proses, juga harus berhenti guna mendapatkan pemimpin yang berkualitas.

Namun apabila dalam prosesnya, para calon wakil rakyat atau pemimpin menemukan suatu indikasi kecurangan maka langkah hukum perlu dikedepankan.

Untuk itu peran penting  dan prinsip sinergitas dari sejumlah penyelenggara pemilu sangat diharapkan untuk mewujudkan pemilu damai.

Baca Juga: Fantastis! Panji Gumilang dan Keluarga Miliki 295 Sertifikat Tanah, Mahfud MD Beberkan Rinciannya

“Pemilu tahun 2024 adalah milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga kita harus berkolaborasi menjaga keutuhan NKRI sebagai berkat dan rahmat Allah SWT,” pungkasnya.

Demikian seperti dikutip AyoJakarta.com pada Kamis, 20 Juli 2023 dari kanal YouTube Kompas TV.***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris