AYOJAKARTA.COM – Mahfud MD merupakan salah satu menteri yang banyak disorot media menjelang berakhirnya kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Selain menjadi tokoh yang paling ditunggu dalam penyelesaian Al Zaytun, korupsi BTS, Mahfud MD juga berulang kali buka suara terkait sejumlah kasus di tanah air.
Kasus tewasnya Brigadir J dan Ferdy Sambo, kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, hingga kasus Al Zaytun menjadikan Mahfud MD sebagai menteri paling sibuk.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemerintah Akan Bina Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang Tetap Diproses Hukum
Hal tersebut sempat diungkapkan langsung oleh Jurnalis dan Pejuang Hukum Senior Karni Ilyas dalam salah satu acara siniar.
Selain dianggap sebagai figur yang tidak takut, Mahfud MD juga sempat menjadi sorotan ketika rapat dengar dengan Komisi III DPR.
Sehubungan dengan proses kontestasi pemilu 2024, nama Mahfud MD juga sempat disebut sebagai cawapres bagi Anies Baswedan.
Terkait dengan pencalonan sebagai capres Anies Baswedan, Mahfud MD sempat memberi tanggapan.
Menurutnya, menjadi cawapres bagi Anies Baswedan merupakan hal yang bisa beresiko terhadap pencalonan.
“Jangan saya, nanti malah pecah, kalau nanti koalisinya tidak setuju, nanti malah Aniesnya yang tidak dapat tiket,” ujar Mahfud MD soal bacawapres Koalisi Perubahan.
Baca Juga: Rekening Sudah Diblokir, Mahfud MD Bongkar Panji Gumilang Punya Ratusan Bidang Tanah
Adanya anggapan penyimpangan ajaran agama yang kurang lazim yang dilakukan ponpes Al Zaytun, Menko Polhukam memberi tanggapan.
Menurut Mahfud, perkembangan terhadap Pengelola ponpes Al Zaytun yakni Panji Gumilang sudah sampai tahap Penyidikan.
Selain didasarkan pada laporan masyarakat terkait ajaran, pemerintah juga telah menambahkan pengajuan baru bagi kepolisian.
“Pemerintah juga mengajukan dua hal baru kepada Polisi, yaitu masalah dugaan pencucian uang dan tanah.” Jelas Mahfud.
Selain itu, Mahfud menambahkan bahwa ponpes memiliki sebanyak 367 rekening dengan sedikitnya 256 terdaftar atas nama Panji Gumilang.
Sedangkan untuk keperluan pondok pesantren Al Zaytun sendiri tercatat jumlah rekening sebanyak 33 nomor.
Dari nomor-nomor rekening tersebut, Mahfud mendapatkan sejumlah catatan transaksi yang memiliki pergerakan cepat.
“Berapa perputaran uang dari itu, 16 triliun lebih, sehingga kita hentikan,” jelas Mahfud terkait jumlah transaksi mencurigakan tersebut.
Selain dugaan tindak pidana pencucian uang, Mahfud juga mendapatkan adanya kepemilikan tanah atas nama Abdus Samad Panji Gumilang.
“Pemeriksaan terhadap 295 sertifikat hak milik atas nama Abdus Samad Panji Gumilang itu sebanyak 107 sertifikat,” terang Mahfud.
Dari ratusan nama dalam sertifikat tersebut, Mahfud menyebut bahwa anak, istri serta keluarga merupakan pihak yang ikut terkait.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 17 Juli 2023 dari kanal Youtube Karni Ilyas Club. ***

Share this article
Menurut Mahfud, perkembangan terhadap Pengelola ponpes Al Zaytun yakni Panji Gumilang sudah sampai tahap penyidikan.