AYOJAKARTA.COM - Terkait utang Rp50 miliar antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno sempat jadi sorotan.
Namun kini Anies Baswedan bicara terkait dengan utang Rp50 miliar tersebut pada Sandiaga Uno.
Hal ini terlihat dari pembicaraan Anies Baswedan dan Merry Riana terkait utang tersebut.
Baca Juga: Kompak! Nonton Konser 3 Dekade Dewa-19, Agus Yudhoyono dan Anies Baswedan Lantunkan Lagu Ini
Ditanyakan oleh Merry Riana jika Sandiaga Uno telah mengikhlaskan utang tersebut.
"Pak Sandi menyebutkan setelah didoakan dan juga dipertimbangkan didiskusikan dengan keluarga beliau ikhlaskan hutang 50 m itu Menurut tanggapan Pak Anies?" tanya Merry Riana.
Dijawab dengan tegas oleh Anies Baswedan, jika pada saat itu ada banyak pihak yang memberikan bantuan.
Bahkan sampai ia sendiri tak tahu siapa saja yang sudah memberikan dukungan.
Kemudian diungkapkan terkait dengan pinjaman ini.
"Banyak sekali, ada yang kami tahu ada yang kami tidak tahu," ucapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Merry Riana pada Minggu (12/2/2023).
"Ada yang memberikan dukungan langsung kepada relawan, nah kemudian ada pinjaman," tambah Anies Baswedan.
Ia membantah jika uang Rp50 miliar tersebut adalah utang.
Melainkan dukungan yang diminta ditata sebagai utang dengan surat perjanjian.
Baca Juga: Tegas! Anies Baswedan Blak-blakan Ungkap Komitmen Tidak Akan Maju Pilpres, Sampai Kapan?
Terungkap jika dalam perjanjian tersebut, jika gagal menjadi Gubernur Jakarta, maka harus dikembalikan.
"Jadi dukungan yang minta dicatat sebagai utang lalu sampaikan bila ini dukungan untuk sebuah kampanye untuk perubahan untuk kebaikan," ucapnya.
"Bila ini berhasil maka itu dicatat sebagai dukungan. Bila kita tidak berhasil dalam Pilkada, maka itu menjadi hutang harus dikembalikan," jelasnya menambahkan.
Hingga akhirnya diungkapkan peran dari Sandiaga Uno dalam perjanjian utang Pilkada DKI Jakarta ini.
Ternyata Sandiaga Uno menjadi penjamin uang dukungan Anies Baswedan yang dicatat sebagai utang.
"Siapa penjaminnya? Yang menjamin Pak Sandi. Jadi uangnya bukan dari Pak Sandi. Itu ada pihak ketiga yang mendukung," lanjut Anies.
Bahkan dalam surat perjanjian tersebut disampaikan peran lain Sandiaga Uno.
Bahwa, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berjanji akan mengembalikan dana tersebut.
"Surat pernyataan utang saya yang tanda tangan dan di dalam surat itu," jelasnya lagi.
"Disampaikan apabila Pilkada kalah, maka saya dan Pak Sandiaga Uno berjanji mengembalikan," tandas Anies.
Namun, karena Pilkada DKI Jakarta berhasil dimenangkan, maka dana dukungan tersebut tak dianggap utang.***