AYOJAKARTA.COM -– Anies Baswedan akhirnya mengungkapkan bahwa ia memiliki komitmen untuk tidak akan maju Pilpres dalam periode tertentu.
Pernyataan dari Anies Baswedan ini kemudian menjadi selaras dengan isu hangat yang sedang beredar di masyarakat.
Isu tersebut merupakan perjanjian politik yang kabarnya jika Prabowo Subianto maju Pilpres maka Anies Baswedan tidak akan ikut serta menjadi Capres.
anies
Anies Baswedan tidak akan maju Capres di Pilpres 2024
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Merry Riana (11/2/2023), Anies Baswedan menjelaskan isu perjanjian politik yang selama ini beredar.
Awal mula isu ini menyeruak adalah ketika Sandiaga Uno sempat menyampaikan adanya perjanjian politik antara dirinya, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Sandiaga Uno sendiri tidak menyebutkan apa isi dari perjanjian tersebut tetapi kemudian masyarakat mengasumsikan bahwa isi perjanjiannya adalah ketika Prabowo Subianto menjadi Capres maka Anies tidak bisa turut serta menjadi Capres.
Tapi baik Anies maupun Prabowo, keduanya telah mendapatkan tiket untuk bisa mengikuti Pilpres 2024 mendatang.
Anies Baswedan memang mengaku bahwa dirinya memiliki komitmen untuk tidak menjadi Capres pada saat ia menjadi Gubernur DKI Jakarta.
“Saya akan fokus ke Jakarta 5 tahun. Sesudah Pilkada 2017 itu ada Pilpres 2019, jadi saya sampaikan saya tidak akan tengok kanan kiri, saya akan full 5 tahun di Jakarta,” kata Anies.
Karena hal itulah Anies berkomitmen tidak mengikuti Pilpres saat masih menjabat sebagai Gubernur. Walaupun pada 2019 Anies mendapat tawaran dari Prabowo untuk menjadi Cawapresnya.
Anies menyadari bahwa dirinya harus menyelesaikan janji dengan warga Jakarta dan menjalankan kewajiban yang sudah dipercayakan kepadanya oleh masyarakat banyak.
“Apa yang harus saya sampaikan kepada mereka kalau setelah satu tahun saya pergi. Kemudian nanti mereka tidak akan lagi percaya kepada proses demokrasi,” ujar Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pada saat itu komitmennya untuk tidak maju Pilpres hanya sampai masa jabatan Gubernurnya selesai saja karena untuk kedepannya ia belum mengetahui apa yang akan terjadi.
“Tuntaskan 5 tahun, sesudah itu kita tidak tahu apa lagi yang akan terjadi. Saya tidak tahu apakah saya akan kembali mengajar apakah saya akan meneruskan di pemerintahan,” ujar Anies.
Anies Baswedan menegaskan bahwa dalam obrolannya dengan Sandi dan Prabowo tidak ada penyebutan janji ia tidak akan maju menjadi Capres dalam beberapa periode, jadi hanya semasa jabatan Gubernurnya saja.
“Dan memang dalam ketika ngobrol itu memang tidak menyebut tahun. Saya berjanji, 5 tahun, tidak ada menyebut 5 tahun sampai tahun 2022 kemudian tidak akan ikut satu, dua, tiga (periode),” kata Anies.***(Awit Wiarni)

Share this article
Isu tersebut merupakan perjanjian politik yang kabarnya jika Prabowo Subianto maju Pilpres maka Anies Baswedan tidak akan ikut serta.