AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan bahwa pola tidur Richard Eliezer mengalami perubahan setelah mendengar tuntutan pidana 12 tahun penjara.
"Tadi Icad ketika saya tiba di PN Jaksel lagi tidur dianya. Saya tanya, kenapa tidur? lalu ia menjawab semalam enggak bisa tidur pak. Kenapa dia enggak bisa tidur? Ternyata sejak mendengar tuntutan itu, jam metabolisme tubuhnya itu berubah," kata Edwin Partogi.
Richard Eliezer menjadikan siang harinya untuk tidur dan pada malam harinya untuk begadang karena insomnia atau tidak bisa memejamkan matanya sama sekali karena tuntutan tersebut.
Ia menduga bahwa perubahan pola tidur Richard Eliezer tersebut merupakan dampak dari perasaan gelisah yang muncul karena tuntutannya lebih tinggi empat tahun dari Putri Candrawathi, Kuat Maruf dan Ricky Rizal yang hanya dituntut delapan tahun penjara oleh jaksa.
Meski demikian, Edwin Partogi menilai bahwa kejujuran Richard Eliezer dalam mengungkap kasus pembunuhan Yosua ini membuatnya semakin lepas dari beban berat bahwa ia tampak terlihat lebih tenang setelah membongkar skenario atasannya itu.
Di sisi lain Edwin Partogi melihat ada dua orang mahasiswi pendukung dengan jas almamater berbeda terus menatap Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Uniknya mahasiswi tersebut hanya melihat Richard Eliezer dengan senyum yang tiada hentinya.
Edwin Partogi mengaku bahwa sepanjang kariernya baru kali ini melihat suatu hal yang unik di mana ada tersangka atau terdakwa pembunuhan yang menjadi idola.
Menurut Edwin Partogi cerita tersebut seringkali kita baca terjadi di negeri orang.
Namun di Indonesia baru kali ini ia melihat dan mengetahui bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah ada terdakwa yang diidolakan oleh banyak orang baik dari kalangan bawah sampai atas.
Richard Eliezer mempunyai banyak pendukung berkat kejujuran dan keberaniannya mengungkap kasus pembunuhan yang didalangi oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Pendukung Richard Eliezer yang hadir saat sidang bukan hanya menunjukkan kepedulian, simpati terhadap kejujurannya, akan tetapi lebih ke bentuk kasih sayang.
"Kenapa? Kita kalau sayang kan ngasih hadiah ya. Hadiah untuk Icad itu banyak sekali," ungkap Edwin Partogi dikutip ayojakarta.com dariYouTube Irma Hutabarat, Minggu (5/2/2023).
Hadiah yang diberikan para pendukung Richard Eliezer ini sangat banyak di antaranya berupa jam tangan, sepatu, selimut dan lainnya sebagai bentuk rasa sayang publik kepada mantan ajudan Ferdy Sambo tersebut.
Diketahui tuntutan 12 tahun penjara yang diterima oleh klien Ronny Talapessy ini membuat LPSK dan penasihat hukum lainnya tersentak.
Akan tetapi dalam perkara ini, Richard Eliezer adalah sosok yang matang karena mampu mengendalikan emosi.
Meskipun terpukul ketika mendengar tuntutan jaksa, ia tetap tenang meskipun kecewa karena kejujurannya tidak dihargai.***