AYOJAKARTA.COM-- Situasi global yang terus memanas bisa jadi karena adanya kebuntuan komunikasi antara Amerika Serikat-Israel-Iran akan menjadi kajian penting Ikatan Sarjana Komunikasi (ISKI) periode 2026-2030.
Ketua Umum ISKI, Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si mengatakan, komunikasi saat ini tidak lagi sekadar aktivitas penyampaian pesan, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan negara di tengah arus globalisasi informasi.
“Karena itu, Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat,” tegas Atwar di Jakarta, dikutip Kamis 12 Maret 2026.
Baca Juga: Satu Tahun Danantara Indonesia, BRI Tegaskan Komitmen Memajukan Pendidikan lewat 5.500 Paket Sekolah
Pada pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 ini sekaligus temu pengurus dengan tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace” ini, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
Terutama karena di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi, banjir informasi, dan meningkatnya disinformasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global di era transformasi digital.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Modal, Rahasia PNM Picu Perubahan Sosial Lewat Pemberdayaan Perempuan
ISKI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia yang berdiri sejak 12 Oktober 1983. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi serta mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.
Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarbangsa.
Rektor LSPR, Dr. Andre Ihksano, M.Si mengungkapkan bahwa sarjana ilmu komunikasi harus memiliki peran dalam memberikan narasi yang baik di ruang publik. Sebab akhir-akhir ini komunikasi publik pemerintah diisi perbedaan antar satu kementerian dengan kementerian lainnya.
Pejabat publik juga harus mampu memberikan informasi akurat ke masyarakat sehingga tidak terjadi kepanikan. “Saya berharap ISKI bisa berperan. Kami dari LSPR akan mendukung kegiatan ISKI,” terang Andre.
Sementara itu, Direktur Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Nursodik Gunarja, M.Si menyambut positif pelantikan pengurus baru ISKI. “Saya kira ISKI adalar mitra strategis Komdigi. Di sini tempat berkumpulnya para ali-ali komunikasi,” lanjut dia.