AYOJAKARTA.COM-- VP Corporate Communication PT Pertamina Persero, M Baron menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) aman selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.
Melalui Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idulfitri, perusahaan berpelat merah itu telah memastikan keamanan pasokan BBM selama periode tersebut.
"Stok untuk Ramadhan dan Idufitri aman, itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu," ungkap Baron di Graha Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Baca Juga: Konflik Iran Memanas, Connie Bakrie Peringatkan Dampak Ngeri Blokade Selat Hormuz Bagi Dapur RI
Baron juga meminta masyarakat agar tidak panik terkait pasokan BBM terkait isu konflik di Timur Tengah menyusul perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Masyarakat tidak perlu panik, kami dari semua unsur Pertamina Group akan mendukung dan akan tergabung di dalam Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri," tegas dia.
Untuk diketahui kargo minyak mentah dari Timur Tengah menyumbang sekitar 19% dari total impor minyak mentah Indonesia.
Baca Juga: Cuma 50 Unit! ROG Flow Z13 KJP Edisi Kojima Ini Speknya Gila dan Super Langka
Mengingat krusialnya jalur ini, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai skema distribusi. Yakni mulai dari sistem reguler, alternatif, hingga skema darurat demi menjaga ketahanan energi nasional.
Terkait posisi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di Selat Hormuz, Baron membenarkan hal itu. “Untuk di Selat Hormuz, memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa awalnya terdapat empat kapal yang terpantau, namun kini hanya dua yang masih berada di jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga: Update Harga Minyak Dunia Usai Selat Hormuz Ditutup Iran, APBN Indonesia Terancam Jebol
Sejauh ini pihaknya masih memastikan keselamatan aset dan awak kapal di tengah memanasnya dinamika keamanan dua kapal tersebut. “Sampai dengan saat ini kondisi masih aman,” ujarnya.
Menurut Baron, hingga saat ini seluruh personel dan aset dalam kondisi aman. Pihaknya juga secara aktif telah menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri sebagai upaya untuk langkah pengamanan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa cadangan energi nasional saat ini hanya mampu bertahan selama 21 hari.
“Secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Enggak lebih dari itu,” kata Bahlil.
Dia juga menyebut bahwa Pemerintah berencana membangun penyimpanan atau storage dengan kapasitas lebih besar yakni diatas 25 hari. “Sekarang pemerintah sedang berusaha membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan. Karena itu standar internasional,” pungkasnya.

Share this article
VP Corporate Communication PT Pertamina Persero, M Baron menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) aman selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.