AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tanpa harus bergantung pada impor.
Ia menilai, melalui energi nabati yang berasal dari berbagai tanaman, Indonesia mampu memproduksi BBM sendiri.
Pengembangan bahan bakar berbasis tanaman bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Seperti diketahui, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang memungkinkan produksi bahan bakar nabati dalam skala besar.
Bahkan, sejumlah tanaman dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biofuel yang dapat menggantikan sebagian kebutuhan BBM nasional.
Bukan dari jerami seperti BOBIBOS, namun energi nabati yang dimaksud adalah dari tanaman sawit, singkong, jagung dan tebu.
Prabowo juga menegaskan Indonesia harus memperkuat kemandirian dan berdiri di atas kaki sendiri.
Ia pun optimis, sumber daya yang dimiliki Tanah Air ini mampu membawa Indonesia keluar dari berbagai krisis.
"Kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar neger, bahkan dari tanaman-tanaman kita, kelapa, swait, singkong, dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan pentingnya mencapai swasembada pangan, khususnya untuk beras yang menjadi makanan pokok kita sehari-hari.
Hal ini disampaikan Prabowo disela-sela persemian 210 jembatan bailey, armco dan perintis yang digelar virtual pada Senin (9/3).
Baca Juga: Beroperasi Mulai Hari Ini, Berikut Titik Pemberhentian Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta
Menurut Prabowo, dalam kondisi perang saat ini yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, swasembada beras sangatlah perlu.
"Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita," katanya.***

Share this article
Prabowo menilai, melalui energi nabati yang berasal dari berbagai tanaman, Indonesia mampu memproduksi BBM sendiri.