Sehat

Kasus Virus Nipah Jadi Sorotan! Thailand dan Taiwan Sudah Lakukan Screening di Bandara, Bagaimana dengan Indonesia?

Oleh: Jinan Vania Barizky Selasa 27 Jan 2026, 14:25 WIB
Ramai kasus virus Nipah (NiV) yang berasal dari virus zoonotik mematikan yang ditularkan dari hewan manusia, terutama berasal dari kelelawar buah. (Sumber: Generate by AI | Foto: Generate by AI)

AYOJAKARTA.COM - Ramai kasus virus Nipah (NiV) yang berasal dari virus zoonotik mematikan yang ditularkan dari hewan manusia, terutama berasal dari kelelawar buah.

Penyakit Nipah ini dikethaui belum memiliki vaksin atau obat untuk mengobati.

Sebagai informasi, awal mula ditemukan virus Nipah ini berasal dari bagian West Bengal, India.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi saatitu yakni 5 termasuk korban dari tenaga kesehatan.

Baca Juga: Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati: SPPG Tidak Boleh Menolak Produk dari UMKM untuk Program MBG

Setidaknya 100 orang harus diisolasi dan dikarantina untuk mencegah penyebaran.

Negara seperti Thailand, Nepal, Taiwan sudah melakukan peningkatan keamaan screening di bandara untuk pendatang dari wilayah terdampak.

Cara Penyebaran Virus Nipah

Penyebaran virus Nipah ini bisa terjadi dari berbagai faktor yakni kontak secara langsung dengan kelelawar buah atau hewan perentara lain seperti babi yang terinfeksi, konsumsi buah atau cairan yang terkontaminasi kotoran/air liur kelelawar, hingga kontak erat dengan penderita.

Gejala Virus Nipah

Virus ini dikethaui akan berkembang selama 4-14 hari yang menimbulkan demam tinggi, sakit kepala, batuk, mengantuk, perubahan mental hingga radang otak yang menyebabkan koma dan kematian.

Baca Juga: Memasuki Akhir Januari 2026, Cara Cek Status Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 1 Klik di Sini!

Bagaimana dengan di Indonesia?

Kasus virus Nipah di Indonesia sendiri belum ada kasus yang dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI diketahui sudah mengeluarkan peringatan dini kasus Nipah di India sejak 13 Januari 2026.

Cara mendetiksi kasus ini pun harus melakukan PCR seperti Covid-19.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky