AYOJAKARTA.COM - Salah satu penyakit yang kini jadi sorotan ialah penyebaran cepat dari virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu.
Disebut dengan Superflu akibat penyebaran yang relatif lebih cepat dibandingkan influenza musiman lainnya.
Salah satu dampak dari penyakit super flu ini ialah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Walaupun di DKI Jakarta sendiri belum ditemukan kasus super flu, namun peningkatan kasus Superflu terjadi di wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pemprov DKI akan Fasilitasi Taman Gapura Muka Cakung dengan WiFi hingga CCTV
Meskipun terjadi peningkatan aktivitas penularan, data epidemiologi terkini yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) tidak mengindikasikan adanya peningkatan keparahan penyakit.
“Warga Jakarta tetap harus waspada potensi penularan penyakit ISPA dan diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatannya, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur Natal dan Tahun Baru serta sudah dimulainya musim penghujan,” ujar Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (6/1).
Berdasarkan informasi hasil Whole Genome Sequencing (WGS) pada sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, Superflu sendiri telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025.
Virus tersebut tercatat telah tersebar di 8 provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Visa, Bank Jakarta Dorong Transformasi Menuju Bank Modern
“Pada data tersebut, hingga saat ini tidak ditemukan kasus Superflu di Provinsi DKI Jakarta,” ungkapnya.
Merujuk pada data akhir tahun 2025, total kasus ISPA dan pneumonia di DKI Jakarta terus mengalami penurunan sejak puncak kasus yang terjadi pada Oktober 2025.
Pada bulan Oktober tercatat sebanyak 309.532 kasus, kemudian menurun menjadi 216.312 kasus pada Desember 2025.
Sementara itu, kasus Influenza A juga terus menurun dari 80 kasus pada Oktober menjadi 3 kasus pada Desember.
Ia menjelaskan, hingga saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima Puskesmas di setiap kota dan satu rumah sakit untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta.
Upaya pencegahan yang terus disosialisasikan kepada masyarakat antara lain:
- Sering mencuci tangan menggunakan sabun;
- Menggunakan masker jika sedang sakit;
- Menerapkan etika batuk;
- Menghindari menyentuh wajah;
- Menjaga asupan nutrisi seimbang;
- Minum air minimal dua liter per hari;
- Istirahat cukup;
- Berolahraga secara teratur.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat, seperti:
- Napas cepat
- Tarikan dinding dada ke dalam
- Saturasi oksigen di bawah 92 persen.***
Share this article
Salah satu penyakit yang kini jadi sorotan ialah penyebaran cepat dari virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu.