Gaya Hidup

Waspada Tautan Pelacakan Pengiriman Palsu, Berikut Tips Aman Belanja Online dari Lazada

Oleh: Birny Birdieni Sabtu 21 Feb 2026, 08:16 WIB
Data Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi online mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diperkirakan terus tumbuh setiap tahun. (Dok Lazada)

AYOJAKARTA.COM-- Menjelang Ramadan 2026, aktivitas belanja online di Indonesia diproyeksikan kembali meningkat. Hal ini seiring semakin luasnya adopsi kanal digital.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi online mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diperkirakan terus tumbuh setiap tahun.

Berdasarkan proyeksi BI dan berbagai laporan industri digital, nilai transaksi eCommerce nasional diperkirakan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat.

Baca Juga: Tidak Hanya Makan, 5 Amalan Ini Bisa Dilakukan ketika Sahur!

Tren ini menunjukkan peran eCommerce yang semakin penting dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat, termasuk selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Meski demikian, dengan meningkatnya transaksi digital di momen-momen penting seperti Ramadan, pelaku kejahatan siber sering kali semakin memanfaatkan periode ini untuk melancarkan berbagai modus penipuan, mulai dari phishing, situs palsu, hingga upaya pencurian data pribadi.

Berdasarkan laporan berbagai lembaga keamanan siber nasional, serangan phishing dan social engineering cenderung meningkat signifikan menjelang periode belanja besar seperti Ramadan dan Harbolnas.

Baca Juga: Groundbreaking Revitalisasi Taman Semanggi Resmi Dilakukan Hari Ini, Bakal jadi Ikon Baru di Jakarta

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha mengatakan modus yang paling banyak ditemukan adalah phishing berbasis pesan instan, impersonasi customer service, serta penyalahgunaan tautan pelacakan pengiriman palsu.

Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini di tengah meningkatnya aktivitas belanja online, khususnya menjelang Ramadan, konsumen perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam.

"Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan
kenyamanan,” kata Pratama dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca Juga: H-2 Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Pemprov DKI Jakarta Siap Antar Warga Pulang Kampung ke 20 Kota Tujuan

Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan berbelanja saat Lazada Ramadan Daily Sale, Pratama dan Lazada membagikan enam tips praktis dan efektif berbelanja online.

1. Perkuat Akun dengan Menggunakan Password yang Kuat dan Unik

Lindungi data diri dengan mengganti kata sandi (password) akun Anda di platform eCommerce secara rutin.

Pastikan untuk memilih password yang unik dan tidak mudah ditebak, seperti misalnya gabungan antara huruf, angka, dan karakter khusus lainnya untuk menciptakan kode unik.

Selain itu, jangan gunakan password yang sama untuk setiap akun online Anda, sehingga bila ada kebocoran di satu akun, akun lainnya akan tetap terlindungi.

Baca Juga: H-2 Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Pemprov DKI Jakarta Siap Antar Warga Pulang Kampung ke 20 Kota Tujuan

Selain menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, aktifkan fitur autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik yang tersedia di aplikasi untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap akun Anda.

2. Pastikan untuk Selalu Bertransaksi di dalam Platform

Pastikan Anda hanya berbelanja di aplikasi serta situs resmi dan tepercaya. Selalu periksa kembali alamat URL situs web sebelum mengisi data pribadi atau melakukan transaksi.
Platform eCommerce tidak bisa melakukan penelusuran apabila transaksi dilakukan di luar platform.

Lazada senantiasa mendorong konsumen untuk selalu berkomunikasi dan bertransaksi hanya di dalam aplikasi untuk mencegah penipuan.

Baca Juga: Kemenag: Dana Zakat Tetap untuk Delapan Asnaf

Jika ada oknum yang mengaku karyawan Lazada, karyawan jasa pengiriman ataupun penjual dan menghubungi lewat kanal komunikasi lain, khususnya yang tidak terverifikasi, untuk bertransaksi atau
meminta data pribadi Anda, dapat dipastikan itu adalah percobaan penipuan dan segera laporkan ke tim Customer Care Lazada.

3. Jangan Mengeklik Tautan Apa Pun dari Kanal Tidak Resmi

Saat ini banyak modus penipuan yang meminta masyarakat untuk mengakses link dengan iming-iming tertentu, mulai dari hadiah, diskon khusus, atau keuntungan lainnya.

Yang terbaru, ada modus penipuan yang mengatasnamakan jasa logistik atau ekspedisi, di mana pelanggan diminta untuk mengakses link tertentu untuk menelusuri paket ataupun memproses pengembalian dana.

Baca Juga: GRATIS! Baznas Bazis DKI Jakarta Gelar Program Roadshow Hapus Tato di Bulan Ramadan, Catat Lokasi dan Jadwalnya

Ini adalah percobaan penipuan, di mana link semacam ini sering kali digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih kontrol perangkat dan mencuri informasi pribadi Anda.
Jangan diklik dan segera cek aplikasi Anda karena seluruh informasi dan status paket tersedia secara real-time di aplikasi Lazada!

4. Waspadai Permintaan Instalasi Aplikasi atau Berbagi Layar

Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan digital berkembang semakin canggih dengan memanfaatkan kelengahan pengguna melalui rekayasa sosial.

Salah satu pola yang kini marak terjadi adalah pelaku meminta korban menginstal aplikasi tertentu di luar toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau App Store dengan dalih pembaruan sistem, verifikasi akun, percepatan pengembalian dana, atau konfirmasi pengiriman.

Baca Juga: GRATIS! Baznas Bazis DKI Jakarta Gelar Program Roadshow Hapus Tato di Bulan Ramadan, Catat Lokasi dan Jadwalnya

Aplikasi semacam ini biasanya dikirimkan dalam bentuk file APK melalui pesan instan atau tautan tidak resmi.

Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini meminta izin akses perangkat yang luas seperti membaca SMS, mengakses notifikasi, merekam layar, dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh.

Pelaku penipuan sering meminta korban untuk mengaktifkan fitur berbagi layar
dengan dalih membantu proses transaksi atau pengembalian dana, yang memungkinkan mereka melihat seluruh aktivitas layar secara real-time, termasuk aplikasi mobile banking, PIN, dan kode OTP.

Baca Juga: Catat Angka Positif! Kartu Layanan Gratis untuk Transportasi Naik 143 Persen di tahun 2025, Ini 15 Golongan yang Bisa Punya!

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada platform eCommerce, bank, atau perusahaan logistik resmi yang akan meminta pelanggan untuk menginstal aplikasi di luar kanal resmi atau mengaktifkan berbagi layar untuk memproses transaksi.

5. Jangan Memberikan Kode OTP atau Data Pribadi kepada Siapa Pun di Luar Aplikasi

Kode OTP digunakan untuk memverifikasi identitas dan melindungi akun Anda dari akses yang tidak sah. Jangan pernah membagikan kode OTP Anda kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku karyawan Lazada.

Bila Anda menerima permintaan untuk memberikan kode OTP, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal komunikasi ataupun media sosial resmi dari perusahaan sebelum memberikan informasi apa pun.

Lazada tidak pernah menghubungi pelanggan di luar aplikasi atau melalui kanal tidak resmi lainnya.

Baca Juga: Ramadan 2026: Disdik DKI Terapkan Penyesuaian Jam Sekolah, Belajar Maksimal hingga Jam 14.00 WIB

6. Hanya Berbelanja di Platform dan Toko Tepercaya

Kepercayaan merupakan fondasi dalam transaksi online, sehingga pastikan Anda hanya berbelanja di platform dan toko tepercaya. Anda bisa membaca dahulu ulasan toko dan produk dari para pembeli sebelumnya agar Anda benar-benar yakin sebelum melakukan pembelian.

Reporter Birny Birdieni
Editor Birny Birdieni