AYOJAKARTA.COM - Pasar tradisional Jakarta kini mengalami transformasi besar-besaran yang sangat menggembirakan!
Melalui program Lomba Digitalisasi Pasar 2025, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Perumda Pasar Jaya untuk mengangkat harkat dan martabat pasar tradisional agar bisa bersaing di era digital.
Program ini bukan sekadar modernisasi tampilan fisik, tetapi merupakan revolusi menyeluruh yang bertujuan mendorong literasi keuangan para pedagang, mempercepat integrasi ke dalam ekosistem perbankan dan digital.
Baca Juga: Siap-siap Cek Saldo! PKH BPNT Tahap Ketiga Masuki Fase Final, Pencairan Tinggal Hitungan Hari
Selain itu, menciptakan sistem transaksi yang aman dan bebas dari pungutan liar, mempermudah akses pembiayaan bagi pedagang kecil, serta mewujudkan pasar yang terdigitalisasi, bersih, dan nyaman untuk semua kalangan.
Gubernur Pramono Anung sangat optimis bahwa digitalisasi pasar akan menjadi lompatan besar bagi transformasi ekonomi Jakarta.
Dengan yakin menyatakan bahwa jika seluruh pasar terdigitalisasi, hasilnya akan sangat menguntungkan bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga bagi pedagang dan konsumen.
Data triwulan II tahun 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,18% (year on year), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,12%, dengan kontribusi sebesar 16,61% terhadap perekonomian Indonesia.
Pencapaian ini tidak lepas dari keberhasilan program digitalisasi pasar yang telah berjalan selama 20 hari perlombaan dari 22 Juli hingga 10 Agustus 2025 di 20 pasar pilot project yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Hasilnya sangat mencengangkan dan membanggakan:
1) Jumlah Tempat Usaha (TU) di 20 pasar yang menggunakan QRIS meningkat drastis menjadi 4.365 TU atau 47% dari total pedagang
Baca Juga: Ayo Bergerak Bersama! 8 Langkah Cerdas Pemprov DKI Wujudkan TB Simatupang Bebas Macet
2) Penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC) melonjak menjadi 4.055 TU atau 7% dari sebelumnya
3) Jumlah TU yang terdaftar memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) meningkat menjadi 2.129 TU atau 24%
4) Penerapan sistem pembayaran cashless berhasil diterapkan untuk parkir di 12 pasar dan di MCK (Mandi Cuci Kakus) di 15 pasar
5) Pedagang yang aktif memasarkan produk melalui platform e-commerce meningkat signifikan menjadi 765 TU atau 40%
6) Sebanyak 121 pedagang berhasil terdaftar sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Jakpreneur
Baca Juga: Waktunya Cek Saldo! Nominal PKH hingga Rp1,1 Juta Sudah Bisa Dicek Hari Ini di ATM BNI-BRI-BSI
Untuk mengapresiasi pencapaian luar biasa ini, Pemprov DKI Jakarta menggelar acara penghargaan Lomba Digitalisasi Pasar Tahun 2025 dengan memberikan pengakuan kepada pasar-pasar terbaik.
Dalam aspek pasar, tiga kategori pemenang adalah Pasar Digital Terbaik Tipe A yang diraih Pasar Mayestik dengan mitra Bank Jakarta, Pasar Digital Terbaik Tipe B yang diraih Pasar Koja Baru dengan mitra Bank Jakarta, dan Pasar Digital Terbaik Tipe C yang diraih Pasar Lenteng Agung dengan mitra Bank BRI.
Sedangkan dalam aspek perbankan, pemenang terbagi dalam beberapa kategori:
- Kategori Program Literasi Terbaik & Teraktif diraih oleh Bank Mandiri sebagai juara 1 dan Bank Jakarta sebagai juara 2
Baca Juga: Spesifikasi Infinix GT 30 5G Plus: Ponsel Gaming Murah dengan Dimensity 7400 dan Layar Amoled 144Hz
- Kategori Akses Keuangan Termasif dimenangkan Bank Mandiri di posisi pertama dan Bank BRI di posisi kedua
- Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik yang dimenangkan Bank BNI sebagai juara 1 dan Bank BCA sebagai juara 2
Program yang sangat sukses ini rencananya akan diperluas ke pasar-pasar lainnya di Jakarta, membuktikan bahwa Jakarta terus berperan strategis sebagai barometer perekonomian nasional dan siap menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.***
Share this article
Pasar tradisional Jakarta kini mengalami transformasi besar-besaran yang sangat menggembirakan.