AYOJAKARTA.COM – Sahur merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan saat menjalankan ibadah puasa, khususnya di bulan Ramadan.
Namun, sahur bukan hanya sekadar makan sebelum imsak. Ada banyak amalan ketika sahur yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki pahala besar jika dilakukan dengan niat yang ikhlas.
Waktu sahur berada di sepertiga malam terakhir, yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Baca Juga: Groundbreaking Revitalisasi Taman Semanggi Resmi Dilakukan Hari Ini, Bakal jadi Ikon Baru di Jakarta
Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk tidak melewatkan momen sahur hanya dengan makan, tetapi juga memperbanyak ibadah.
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan ketika sahur:
1. Mengakhirkan Sahur
Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu Subuh.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik RA berkata:
“Kami makan sahur bersama Nabi SAW, kemudian beliau berdiri untuk salat.”
Ketika ditanya jarak antara sahur dan azan Subuh, dijawab sekitar waktu membaca lima puluh ayat Al-Qur’an.
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan sahur mendekati waktu Subuh, selama belum masuk waktu imsak.
2. Membaca Doa dan Memohon Ampunan
Waktu sahur termasuk dalam waktu sepertiga malam terakhir yang penuh keberkahan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 18:
“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.”
Ayat ini menunjukkan keutamaan memperbanyak istighfar di waktu sahur. Memohon ampunan kepada Allah di waktu ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala besar.
Baca Juga: 3 Pohon Tumbang dan Sempal Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang di Jaktim Berhasil Dievakuasi
3. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah dzikir yang ringan diucapkan namun besar pahalanya. Mengucapkan “Astaghfirullah” berulang kali saat sahur termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi yang sering beristighfar, bahkan lebih dari 70 kali dalam sehari.
Karena sahur berada di waktu mustajab, memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat utama.
4. Membaca Al-Qur’an
Sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, termasuk dengan membaca Al-Qur’an.
Dalam Surah Al-Muzzammil ayat 6 disebutkan bahwa bangun malam itu lebih kuat pengaruhnya dan lebih berkesan bacaannya.
Membaca Al-Qur’an beberapa ayat sebelum sahur atau setelah makan sahur dapat menjadi tambahan pahala yang besar, terlebih di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Baca Juga: Kemenag: Dana Zakat Tetap untuk Delapan Asnaf
5. Berniat Puasa dengan Ikhlas
Niat adalah syarat sahnya puasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Berniat dalam hati sebelum Subuh menjadi bagian penting dari sahur. Niat tidak harus diucapkan secara lisan, tetapi cukup dalam hati dengan kesadaran untuk berpuasa karena Allah SWT.
6. Bersyukur atas Nikmat Sahur
Sahur sendiri adalah keberkahan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
Keberkahan ini mencakup kekuatan fisik untuk berpuasa, pahala karena mengikuti sunnah, serta kesempatan beribadah di waktu mustajab.
Sahur bukan hanya aktivitas makan, tetapi momen spiritual yang sangat berharga.
Dengan memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir, umat Muslim dapat meraih pahala yang besar.***
Share this article
Ada banyak amalan ketika sahur yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki pahala besar jika dilakukan dengan niat yang ikhlas.