AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu yang lalu, sebuah permintaan viral datang dari pedagang di Tanah Abang, yang mengusulkan agar Shopee dan Lazada mengalami penutupan serupa dengan yang terjadi pada TikTok Shop.
Para pedagang tersebut merasa dirugikan oleh kehadiran platform e-commerce ini karena banyak dari pelanggan mereka yang beralih ke platform belanja online tersebut.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas merespons permintaan para pedagang tersebut.
Baca Juga: Singgung soal Tanah Abang Sepi, Wapres Minta Pedagang Adaptasi dengan Teknologi
Melalui postingan di akun Instagram @bisnismillenial, Zulhas menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.
Ia menggarisbawahi bahwa zaman terus berkembang, dan para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) juga telah mulai menjelajahi pasar online sebagai upaya untuk memperluas cakupan bisnis mereka.
"Ya nggak (bisa dilarang), kan diatur, bukan ditutup. Tidak boleh dong, kan tak bisa dihindari namanya itu platform digital, itu perubahan zaman, kok," ucap Zulhas.
Baca Juga: Mendag Sindir Pedagang Tanah Abang Harusnya Belajar Jualan Online, E-Commerce Tidak Akan Ditutup
"Oleh karena itu saya bilang teman-teman di pasar Tanah Abang, pasar sayur saja online sekarang. Apalagi pasar-pasar yang jual barang-barang komersial, pakaian, sepatu, itu kan harus juga mengikuti selain offline, online," lanjutnya.
Maka dari itu, Zulhas mengundang para pedagang di Tanah Abang untuk mempertimbangkan bergabung dengan platform e-commerce.
"Saya aja terima kasih kepada Shopee ya. Shopee sudah nggak impor lagi dia, tapi dia menjual produk-produk lokal. Itu kan membantu UMKM, tinggal sekarang (pedagang) Tanah Abangnya ayo respons. Segera ikutan Shopee kan gitu, jangan nggak ikut, kan dia udah nggak barang luar lagi, barang kita UMKM," ucap Zulhas.***

Share this article
Melalui akun Instagram @bisnismillenial, Zulhas menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.