Jakarta Timur

Jaktim Gencarkan Program Pemilahan Sampah Langsung dari Sumber, Kecamatan Matraman jadi Pengumpul Sampah Nonorganik Terbanyak

Oleh: Desi Kris Kamis 09 Apr 2026, 13:04 WIB
Kecamatan Matraman jadi Pengumpul Sampah Nonorganik Terbanyak di Jakarta Timur (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus menggencarkan program pemilahan sampah langsung dari sumber.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Program ini melibatkan peran aktif masyarakat dalam memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Matraman tercatat sebagai wilayah dengan capaian pengumpulan sampah nonorganik terbanyak di Jakarta Timur.

Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi sosialisasi, dukungan kader lingkungan, serta partisipasi warga yang semakin meningkat.

Camat Matraman, Muhammad Husnul Fauji mengatakan, bahwa warganya senantiasa diedukasi dan diajak untuk memilah sampah sejak dini.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang.

"Sampah nonorganik dikumpulkan melalui bank sampah di masing-masing RW, sedangkan sampah organik masih tetap dibuang ke TPST Bantar Gebang," ujar Husnul.

Sampah nonorganik yang telah dipilah, kata Husnul, akan dikumpulkan di bank sampah tingkat RW.

Sampah tersebut kemudian akan diangkut petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur untuk disalurkan ke depo bank sampah induk di Ciracas yang dikelola pihak swasta.

Dari data suplai sampah nonorganik dalam satu bulan terakhir, Kecamatan Matraman menempati posisi teratas yakni mencapai 3.349 kilogram.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Jatinegara dengan 2.784 kilogram sampah, lalu Kecamatan Cipayung 2.096 kilogram, dan Cakung 1.315 kilogram.

Untuk Kecamatan Ciracas mencapai 771 kilogram, Kramat Jati 562 kilogram, Pulo Gadung 489 kilogram, Duren Sawit 385 kilogram, Pasar Rebo 346 kilogram, dan Makasar 201 kilogram.

Husnul mengatakan bahwa program pemilahan sampah ini tidak hanya dari sektor rumah tangga saja.

Program ini juga diperluas ke lingkungan tempat ibadah.

"Tercatat sebanyak 83 masjid, 21 musala, satu pondok pesantren, serta 43 bank sampah turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan volume sampah," ungkapnya.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris