AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bergerak cepat dalam menangani penumpukan sampah di sejumlah wilayah.
Terlebih banyak penumpukan sampah di sejumlah titik di Jakarta setelah libur Lebaran 2026, serta dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.
Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan warga sekaligus mencegah dampak lingkungan yang lebih luas, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.

Percepatan penanganan sampah ini dilakukan dengan mengerahkan personel dan armada pengangkut sampah ke titik-titik yang mengalami penumpukan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyampaikan, kondisi ini berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.
Salah satunya adalah melalui pengaturan waktu pengangkutan (shifting) untuk mencegah antrean truk dan kepadatan di area.
“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik dalam kota," ujar Asep.

Asep pun mengakui pihaknya tidak akan menutup-nutupi kondisi penumpukan sampah ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menegaskan bahw DLH tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah.
Namun, pihaknya hanya mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan sif pengangkutan truk sampah yang lebih terukur.
"Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga sif setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalisir,” jelasnya.

Dengan pola ini,kata Asep, pihaknya memastikan waktu tunggu truk sampah akan tetap terkendali, yakni tidak lebih dari tiga jam.
Bukan hanya untuk menjaga efisiensi operasional, langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” ungkapnya.
DLH sendiri telah melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan.
Salah satunya di TPS Kali Anyar, yang proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih dan steril.

Kemudian di TPS Rawadas yang merupakan TPS liar juga resmi ditutup permanen melalui kolaborasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi.
Lokasi tersebut kini sepenuhnya bersih dari sampah.
Penanganan juga dilakukan di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok).
Lebih lanjut Asep mengatakan, DLH DKI menargetkan dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal.
DLH juga mengupayakan sisa sampah pasca arus balik Lebaran segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, seperti TPST Bantargebang dan RDF Plant Rorotan.***

Share this article
DLH mengatakan terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik setelah libur Lebaran 2026, serta dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.