AYOJAKARTA.COM - Keberadaan Tempat Penampungan Sementara atau TPS Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terbukti efektif menjadi solusi strategis dalam pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
TPS ini diketahui berperan sebagai titik transit utama bagi sampah yang berasal dari lima kelurahan yakni Pekayon, Cijantung, Baru, Kalisari, dan Gedong.
Lurah Pekayon, Ahmad Bakri, mengatakan, TPS ini jadi solusi sementara menggantikan TPS di Jalan Pendidikan, Kelurahan Cijantung.
"Di shelter ini, sampah dari armada kecil seperti gerobak motor dan kendaraan lingkungan dipindahkan ke truk besar untuk kemudian dibuang ke TPST Bantar Gebang," ujar Bakri.

Ia mengatakan bahwa sampah yang masuk ke shelter sejak 2 April 2026 tersebut sebagian besar berasal dari permukiman warga.
Dalam hal ini, Bakri mengajak warga sekitar untuk bisa melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Hal ini dilakukan agar volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPST Bantar Gebang bisa semakin berkurang.
Ia menyampaikan bahwa saat ini seluruh RW di Kecamatan Pasar Rebi sudah memiliki bank sampah.

"Bahkan, sejumlah masjid juga telah menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dini," ungkapnya.
Untuk menangani sampah di lokasi ini, setiap hari sebanyak enam truk besar berkapasitas 10 ton dikerahkan untuk mengangkut sampah ke TPST Bantargebang.
Staf Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pasar Rebo, Marudin menjelaskan, bahwa rutinitas itu dua kali rit pengangkutan per truk, total volume sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 120 ton per hari.
Sedangkan untuk , kuota pembuangan sampah dari Kecamatan Pasar Rebo ke TPST Bantar Gebang dibatasi maksimal 14 rit per hari.***

Share this article
Lurah Pekayon, Ahmad Bakri, mengatakan, TPS ini jadi solusi sementara menggantikan TPS di Jalan Pendidikan, Kelurahan Cijantung.