Khazanah

Dapat THR saat Idul Fitri, Apakah Wajib Bayar Zakat? Jangan Sampai jadi Zalim! Simak Penjelasan Buya Yahya

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 03 Apr 2023, 13:29 WIB
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Selain makanan khas seperti ketupat opor serta berburu baju baru untuk dipakai saat hari raya Idul Fitri atau lebaran.

Momen yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja yakni tunjangan hari raya (THR) yang biasanya diberikan sebelum hari raya Idul Fitri.

Setelah bekerja di bulan Ramadan dan membayar zakat fitrah apakah masih tetap harus membayar zakat jika mendapatkan THR.

Baca Juga: Perlu Diamalkan! Ini Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Wanita Haid Menurut Buya Yahya

Pengurus Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) yang juga merupakan pengurus Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya memberikan penjelasan terkait dengan zakat dari THR.

“Berdasarkan informasi dijelaskan ajakan zakat untuk zakat THR dengan cara THR ditambah gaji lal dikalikan 2,5 persen, benarkah demikian?” tanya salah satu jamaah dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Buya Yahya, Senin (3/4/2023).

Buya Yahya menuturkan bahwa sebagai seorang muslim dilarang berbuat zalim kepada orang fakir dengan tidak mengeluarkan zakat.

Baca Juga: Apakah Sikat Gigi Bisa Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Namun juga yang perlu diingat yakni tidak boleh zalim kepada orang kaya dengan mewajibkan zakat yang tidak wajib dan hal tersebut tidaklah boleh.

“Sekarang gaji hanya berapa juta langsung kena wajib zakat profesi dan sebagainya, ini pengurus zakat kok hobi banget ngejar orang untuk zakat-zakat,” ujar Buya Yahya.

“Tolong kepada badan zakat dimanapun tolong serius memahami makna ini, kita tidak boleh mengambil haknya orang lain biarpun dia kaya dipilih oleh Allah jadi kaya,” imbuhnya.

Baca Juga: Mimpi Basah di Siang Hari Bulan Ramadan Apakah Sah Puasanya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bukan setiap orang kaya langsung kena zakat seperti halnya ketika jual aset dan harus mengeluarkan zakat.

Menurut penceramah kondang ini tidak ada jual aset namun harus membayar zakat. Yang ada yakni ketika jual beli baru membayar zakat.

Buya Yahya juga menegaskan kembali agar tidak zalim kepada orang fakir dan orang kaya karena tidak ada zalim di dalam islam.

Baca Juga: Sahkah Puasa Ramadan Jika Junub Saat Masuk Waktu Subuh? Ini Kata Buya Yahya

Menurutnya sekarang banyak kezaliman merajalela seperti ketika zakat dalam suatu lembaga telah terkumpul tetapi digunakan tidak untuk semestinya yakni untuk membangun masjid atau pondok.

Padahal banyak orang fakir yang masih menunggu uluran tangan melalui zakat.

Pengurus Pondok Pesantren Al-Bahjah ini juga menuturkan bahwa banyak yang masih salah dari beberapa lembaga zakat di Indonesia karena tidak wajib zakat tetapi diwajibkan untuk zakat.

Baca Juga: Bolehkan Orang Tua Bayar Zakat Fitrah untuk Anak yang Sudah Kaya? Ini Penjelasan Buya Yahya: Boleh, Asal...

“Anda jual aset harganya Rp10 miliar, biarpun Rp10 miliar orang jualan kok. Bukan jual beli dia. Orang jualan bukan jual beli, jangan langsung wajib zakat kok seneng banget ngejar zakatnya orang,” ujar Buya Yahya.

“Seorang pegawai gaji Rp4 juta Rp5 juta langsung kena zakat profesi, ini hobi banget ngambil zakatnya orang duitnya orang. Mohon maaf saya harus tegas masalah ini, kenapa?” sambungnya.

Menurutnya hal ini dikarenakan zalim kepada orang kaya tidak boleh, zalim kepada orang miskin juga tidak boleh.

 

Zakat profesi atau penghasilan bisa diberikan jika memang penghasilan yang didapatkan besar.

Namun kata Buya Yahya meskipun tidak wajib jika yang sudah terbiasa zakat profesi juga tidak boleh membiasakan untuk tidak bersedekah.

Bukan tidak boleh untuk zakat profesi, meskipun ada zakat profesi pun harus diringankan seringan-ringannya.

 

“Jadi dikumpulkan dalam satu tahun adalah nanti ujungnya diperkirakan harus ada satu nisab. Nisabnya senilai emas 80 gram kurang lebihnya,” kata Buya Yahya.

“Tapi bukan murni, telah diambil dari biaya operasionalnya yang ada hubungannya dengan kerjaannya,” sambungnya.

Menurutnya dari gaji yang didapatkan jika sudah dikurangi dengan biaya-biaya operasional atau sudah bersih makan bisa dikalikan 12 dan ditambah dengan THR.

Jika terkumpul sebesar kurang lebih 80 gram emas murni baru nanti boleh dikeluarkan zakatnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Desi Kris