AYOJAKARTA.COM – Malam lailatul qadar merupakan malam mulia yang kemuliaannya melebihi 1001 bulan, dimana malam ini hanya terjadi satu malam di Bulan Ramadan.
Namun, tidak semua orang dapat mendapatkan amalan di malam Lailatul Qadar. Misalnya seseorang yang sedang sibuk bekerja atau wanita yang sedang haid.
Dikutip oleh AyoJakarta.com pada 3 April 2023 melalui kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menerangkan amalan apa saja yang bisa dilakukan oleh wanita haid maupun pekerja.
Baca Juga: Viral Rumah Surga Abah Jajang, Saking Bagusnya View di Halaman, Sampai Ditawar Rp2,5 M Tapi Ditolak
"Apa amalan yang bisa dilakukan wanita haid?" Tanya seorang jamaah kepada Buya Yahya.
Buya Yahya pun menjelaskan bahwa pada dasarnya ada amalan yang dapat dikerjakan oleh wanita haid maupun pekerja yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya. Apa itu?
"Sebenarnya ada amalan yang bisa dilakukan oleh akhwat (perempuan) yang sedang haid maupun laki-laki pekerja yang tidak dapat melakukan amalan umum seperti i'tikaf di masjid," terang Buya Yahya.
Buya Yahya pun menjelaskan selain wanita yang sedang haid, ada para pekerja seperti satpam, sopir, dan sejenisnya yang mungkin tidak bisa melaksanakan ibadah umum untuk mengejar malam Lailatul Qadar.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023 Resmi Dibuka untuk Lulusan SMA, Ada 6 Instansi yang Buka Lowongan!
Malam lailatul qadar biasanya akan dicari dengan melakukan i’tikaf di masjid, salat, dzikir, dan shalawat.
Namun, ternyata malam Lailatul Qadar didapatkan orang yang bangun dan beribadah serta mengingat Allah SWT. Bukan hanya sekedar i’tikaf di masjid.
“Banyak yang berpikir karena tidak bisa i’tikaf di masjid?” Tanya Buya Yahya.
Buya Yahya pun menjelaskan bahwa hal penting di malam Lailatul Qadar adalah mengingat Allah di kala kondisi terbangun atau sadar (tidak tidur).
“Padahal yang penting adalah tetap mengingat Allah. Misal akhwat terbiasa bangun tahajud, lalu karena haid kemudian libur, jangan begitu,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan untuk tetap bangun dan berdzikir serta mengingat Allah. Bershalawat juga bisa dilakukan, yang terutama adalah mengingat Allah.
“Mengingat Allah, niat mengingat Allah lebih baik. Tetap bangun, dzikir. Pekerja, bisa salat bergantian,” terang Buya Yahya.
Menurut Buya, yang terpenting adalah niat dan kemauan mengingat Allah. Allah Maha Tahu bahwa hamba-Nya sedang berhalangan untuk beribadah i’tikaf sehingga bisa saja hamba-hamba yang berhalangan akan mendapat pahala.
“Allah Maha Tahu, hamba-Nya sedang berhalangan tetapi ia (hamba) tetap tulus mengingat Allah, berharap kebaikan. Kita tidak pernah tahu, mungkin Allah beri pahala setara orang yang i’tikaf,” jelas Buya Yahya.
Sehingga, haid bukan alasan untuk meliburkan diri mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di Bulan Ramadan.***

Share this article
Buya Yahya menerangkan amalan apa saja yang bisa dilakukan oleh wanita haid maupun pekerja. Apa saja? Cek di sini!