AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kini menerapkan sistem sif baru di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Diketahui, saat ini TPST Bantargebang masih menjadi pusat dalam pengelolaan sampah di Jakarta.
Oleh sebab itu, setiap harinya tumpukan sampah terlihat menggunung di TPST tersebut.
Sistem sif baru ini dilakukan demi mengantisipasi antrean panjang armada truk sampah yang kerap terjadi.
Baca Juga: Pasca Banjir, Aceh Tamiang Kini Mulai Bangkit: Ekomoni Kembali Bergerak
Disampaikan oleh Kepala Satuan Pelaksana Pemrosesan Akhir Sampah Unit Pengelola TPST Bantar Gebang, Setio Margono mengatakan, sistem sif baru ini mulai berlaku pada Senin (22/12).
Dengan mekanisme jumlah armada yang diratakan dan setiap sif sekitar 400-an truk agar tidak menumpuk di satu waktu.
Setio menyampaikan jika selama ini penumpukan truk yang paling banyak terjadi adalah di sif kedua pukul 08.00-14.00 WIB.
Untuk saat ini sistem sif baru akan terbagi menjadi tiga dengan mekanisme sebagai berikut:
- Sif pertama pukul 00.00-08.00 WIB
- Sif kedua pukul 08.00-16.00 WIB
- Sif ketiga pukul 16.00-24.00 WIB
"Setiap sif diwajibkan menerima jumlah armada yang relatif sama," terang Setio.
DLH DKI Jakarta juga mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG terjadi dalam sepekan ke depan.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Garap Hunian Tetap untuk Para Korban Bencana Sumatera, Rencananya Ada 2.603 Unit
Dalam hal ini pengemudi truk sampah diimbau meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras berpotensi menghambat operasional.
Selain itu, Setio mengatakan pihaknya juga akan memberlakukan penghentian sementara layanan TPST Bantargebang saat hujan lebat disertai petir.***