AYOJAKARTA.COM - TPST Bantargebang saat ini sudah overload dalam menangani pasokan sampah warga DKI Jakarta.
DLH DKI mengatakan, setiap hari Jakarta bisa mengirim sampah hingga 7.500 ton.
Sejak 1989, TPST Bantargebang ini terus menjadi tempat akhir pembuangan sampah di Jakarta.
Namun sekarang volume sampah sudah menyentuh batas.
Baca Juga: Jadwal Jakarta Water Fountain 2025, Bisa Nonton Atraksi Air Mancur Menari Secara Gratis
Bantargebang pun 'berteriak' meminta bantuan dalam pengelolaan sampah.
Untungnya ada bantuan datang dari RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara.
RDF Plant Rorotan kini menjadi tempat kedua dalam pengelolaan sampah di Jakarta.
RDF ini memiliki teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk pabrik semen.
Bukan hanya ditumbun, sampah di RDF Plant ini diolah agar memiliki nilai lagi.
Adanya RDF ini membuat volume sampah yang dikirim ke Bantargebang bisa berkurang.
Dengan demikian, TPST Bantargebang makin ringan dan Jakarta bisa menuju masa depan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, DLH mengimbau agar warga Jakarta bisa turut membantu lingkungan dengan cara memilah sampah dari rumah sesuai dengan jenisnya.
Hal ini dilakukan agar RDF Plant Rorotan bisa bekerja maksimal dan Bantargebang bisa bernapas lebih lega.***
Share this article
Bantargebang sudah menampung sampah dari Jakarta sejak tahun 1989, kini kondisinya sudah melebihi kapasitas.