Metropolitan

Soal Rencana Hemat BBM yang Dicanangkan Pemerintah, Ini Respons Gubernur Pramono Anung

Oleh: Desi Kris Kamis 26 Mar 2026, 21:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Rencana penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang tengah dicanangkan pemerintah ditanggapi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Pramono menyatakan Pemprov DKI siap untuk mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Upaya yang saat ini sedang dikaji pemerintah demi hemat BBM adalah penerapan kebijakan work from home (WHF) satu hari dalam sepekan.

Rencananya, WFH ini tidak hanya untuk ASN, tapi juga berlaku di sektor swasta.

Baca Juga: Efek Tarif Hanya Rp1, Penumpang Transjakarta Melonjak Tajam Saat Lebaran 2026

Kebijakan ini dilakukan demi hemat energi di tengah krisis global akibat konflik Timor Tengah.

Langkah penghematan BBM ini merupakan kebijakan strategis di tengah kondisi geopolitik yang masih belum juga stabil.

Sehingga harga minyak dunia saat ini terus mengalami kenaikan.

"Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat," ujar Pramono.

Baca Juga: Nol Cuti Bersama tapi Ada Long Weekend, Berikut Daftar Libur Bulan April 2026

Namun, Pramono belum bisa memberikan rincian detail terkait kebijakan WFH di Pemprov DKI Jakarta.

Hingga saat ini, pemerintah sendiri belum memberi pengumuman resmi terkait kebijakan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa rencana kebijakan WFH ini sudah dibahas dalam rapat dan disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan kebijakan tersebut sudah diputuskan dan hanya tinggal menunggu pengumuman yang akan disampaikan oleh Menko Perkonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Usulkan WFH 1 Hari Dalam Sepekan Tiap Jumat, Ini Alasannya

Namun, untuk hari WFH dalam sepekan masih belum ditentukan.

Dengan upaya tersebut, pemerintah berharap konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris