AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut kebijakan pemerintah dengan menerapkan work from home (wfh) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa untuk saat ini kebijakan untuk WFH 2 kali seminggu belum dikeluarkan.
Hal ini karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Mulai Hari Ini! Diskon 20 Persen Tiket Eksekutis KAI 'Promo Silaturahmi', CEK Persyaratan di Sini...
"Jadi Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat," ujar Pramono Anung dikutip ayojakarta.com pada Rbau, 25 Maret 2026.
Sebagai informasi, kebijakan untuk WFH ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut daria rahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat membuka opsi untuk skema WFH 1 hari dalam 5 hari kerja.
Kebijakan dari skema WFH ini diharapkan bisa diterapkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
Baca Juga: Dishub DKI Jakarta Mulai Terapkan Sistem Ganjil Genap Pekan Ini, Catat Jadwalnya
Walaupun begitu belum ada kepastian waktu dari kebijakan WFH ini.
"Itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan pemda-pemda," ujar Airlangga.
Penerapan kebijakan WFH ini akan terus disesuaikan dengan situasi global.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut kebijakan pemerintah dengan menerapkan work from home (wfh) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).